kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45859,61   -8,86   -1.02%
  • EMAS930.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -0.40%
  • RD.CAMPURAN -0.08%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.11%

Tahun 2030, pemerintah menargetkan tak lagi impor migas


Rabu, 21 April 2021 / 07:00 WIB
Tahun 2030, pemerintah menargetkan tak lagi impor migas
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Arifin Tasrif menyebut, hingga saat ini pemerintah masih mengimpor bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji (LPG). Ditargetkan, tahun 2030 Indonesia mampu mandiri dan tak lagi mengimpor kedua unsur tersebut.

"Memang dalam strategi energi nasional ini kita rencanakan di tahun 2030 itu kita tidak lagi mengimpor BBM dan diupayakan juga tidak lagi melakukan impor LPG," kata melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/4).

Arifin menyebut bahwa permintaan (demand) energi untuk jangka panjang terus mengalami peningkatan. Sementara, pasokan sumber daya dalam negeri kian terbatas.

Oleh karenanya, saat ini terus dikembangkan riset tentang energi baru terbarukan. Salah satu yang menjadi fokus yakni pembuatan bahan bakar nabati yang berasal dari kelapa sawit.

Baca Juga: Pertamina siapkan capex US$ 10,7 miliar, mayoritas dipakai untuk sektor hulu

"Idenya adalah kita bisa menghasilkan baik bensin, diesel, maupun avtur 100 persen berasal dari bahan baku kelapa sawit," ucap Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro dalam kesempatan yang sama.

Bambang mengatakan, dalam riset ini pemerintah menggunakan katalis yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB).

Bahan bakar ini sudah diuji coba di kilang milik PT Pertamina (Persero), sehingga diharapkan bisa segera diproduksi. "Harapannya kita bisa masuk skala produksi tidak lama lagi, baik diesel, bensin, maupun untuk avtur," ujar Bambang.

Selain ramah lingkungan, kata Bambang, pengembangan bahan bakar ini dimaksudkan untuk menekan angka impor BBM.

"Tentunya tujuan akhirnya adalah untuk kita bisa mengurangi impor BBM (bahan bakar minyak) sendiri," kata dia. (Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah Targetkan Tak Lagi Impor BBM dan LPG pada 2030"

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Pendalaman Strategic Thinking Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 2

[X]
×