kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Tahun ini butuh 6,6 juta metrik ton elpiji 3 kg


Jumat, 12 Februari 2016 / 21:38 WIB
Tahun ini butuh 6,6 juta metrik ton elpiji 3 kg


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Penggunaan gas elpiji khususnya elpiji 3 kilogram (kg) terus meningkat.

PT Pertamina memproyeksikan adanya pertumbuhan penggunaan elpiji 3 kg hingga mencapai sebesar 6,6 juta metrik ton tahun ini.

Pemakaian elpiji 3 kg pada tahun lalu tercatat mencapai 5,57 juta metrik ton.

VP Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro bilang, Pertamina akan fokus mengupayakan penyediaan elpiji melalui produksi dalam negeri.

"Saat ini tambahan produksi dalam dalam negeri dapat diperoleh dari RFCC, TPPI, dan Kilang LPG Mundu dengan total penambahan sekitar 1.650 metrik ton per hari," kata Wianda dalam siaran pers Jumat (12/2).

Meningkatnya penggunaan elpiji 3 kg memang tidak terlepas dari program konversi minyak tanah sejak 2007.

Pertamina mencatat dalam sembilan tahun program konversi berjalan telah berhasil mendistribusikan sebanyak 57,19 juta paket kepada masyarakat dan menghemat subsidi sebesar Rp197,05 triliun karena menurunnya konsumsi minyak tanah.

Hingga saat ini memang ada beberapa wilayah yang belum melakukan konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg yaitu Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan sejumlah pulau-pulau kecil di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×