kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Tak ada daging, pedagang bakso pun ikut mogok


Selasa, 11 Agustus 2015 / 12:39 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Havid Vebri


JAKARTA. Aksi mogok para pedagang daging berdampak terhadap industri makanan olahan daging skala kecil menengah (IKM). Salah satunya pedagang bakso.

Mujiyanto (50), pedagang bakso asal Solo yang tinggal di Gang Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara mengaku, sudah sejak Sabtu (8/8) lalu tidak berjualan bakso.

Pedagang yang mangkal di sekitar Koja itu harus kehilangan pendapatan rata-rata Rp 400.000 per harinya.

"Sejak Sabtu sampai sekarang saya ndak jualan. Ya mau diapain. Saya mau beli daging di mana? Toh penjualnya pada mogok semua. Mau beli daging di supermarket? Maksain banget kelihatannya. Yo wis (ya sudah), pedagang daging mogok, aku pun mogok," jelas Mujiyanto yang ditemui Warta Kota di Kawasan Pasar Maja, Koja, Jakarta Utara, Senin (10/8).

Setahu Mujiyanto, semua pedagang bakso di Jabodetabek memilih tidak berjualan karena kesulitan memperoleh daging sapi. Meski ada beberapa temannya yang mencoba menggunakan daging ayam dan ikan, namun dagangannya tak laku.

Jumlah pedagang bakso di Jabodetabek menurut data Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso (APMISO) sekitar 50.000 orang. Jika rata-rata setiap pedagang omzetnya Rp 400.000 saja, maka dalam waktu sehari saja para pedagang bakso di Jabodetabek kehilangan pendapatan Rp 20 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×