kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tak bisa dipercaya tetapi media sosial digemari


Kamis, 12 Juli 2012 / 12:04 WIB
ILUSTRASI. Bisnis pembiayaan multifinance mengalami penurunan di awal 2021


Reporter: Nur Ramdhansyah A | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Walaupun informasi di media jejaring sosial tak bisa dipercaya sepenuhnya, tapi masyarakat Indonesia tetap menyukainya. Hal ini disampaikan oleh Direktur Salingsilang.com, Enda Nasution saat acara seminar bertajuk "Media Literasi Pada Era Digital" yang berlangsung di Jakarta, Kamis (12/7).

Menurut Enda, informasi yang beredar di jejaring sosial tidak teruji kebenarannya karena tidak melalui proses kerja jurnalistik. “Media sosial tidak bisa dipercaya karena belum tentu benar. Namun, tak boleh disangkal masyarakat Indonesia menyukai hal-hal itu,” kata Enda.

Namun, Enda menyarankan, agar media jurnalistik dengan media sosial melakukan kerja sama, agar media jurnalistik tidak kehilangan pembaca. "Kerja sama dalam hal ini memang diperlukan," terang pemimpin situs jejaring sosial asal Indonesia itu.

Banyak faktor yang membuka peluang kerja sama antara media jurnalistik dengan media sosial, diantaranya adalah, daya dukung dari pemakaian teknologi digital. "Dengan kerja sama media jurnalilstik dan media sosial akan bisa mendatangkan keuntungan," terangnya.

Seminar yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia itu, rencananya akan dihadiri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang juga pemilik Jawa Pos Grup. Namun sampai pukul 11.40 WIB, belum terlihat tanda-tanda kedatangan dari Dahlan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×