kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Tak cuma Freeport, Amman Mineral juga ajukan penundaan proyek smelter hingga 18 bulan


Kamis, 30 April 2020 / 16:51 WIB
ILUSTRASI. Target Produksi emas dan tembaga Newmont: Proses penambangan di Tambang PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT), Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat, Selasa (29/6). NNT menargetkan produksi emas di tahun 2011 sebanyak 140 ribu ounces dan tembaga sebanyak 140 juta pou


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

Meski begitu, Kartika menyatakan bahwa AMNT masih berupaya melanjutkan pengerjaan smelter sesuai kemampuan yang bisa dikerjakan di masa sekarang. "Kami tetap mengusahakan apa yang bisa kami kerjakan sendiri, seperti misalnya site preparation cut and fill," sebut Kartika.

Adapun, proyek smelter milik entitas Medco Energy Group ini ditargetkan akan beroperasi di tahun 2022 dengan kapasitas 1,3 juta ton konsentrat. Sementara progres terkini berdasarkan hasil evaluasi enam bulanan hingga periode Januari 2020, smelter AMNT mencapai kemajuan proyek sebesar 22,974%.

Baca Juga: Penurunan harga batubara bikin laba bersih Bukit Asam (PTBA) turun 20,5% di kuartal I

Kartika menyatakan, Covid-19 berdampak cukup signifikan terhadap kegiatan operasional AMNT di awal tahun ini. Kendati begitu, ia menyebut bahwa dari sisi kinerja operasional, aktivitas produksi dan penjualan konsentrat tembaga AMNT masih berjalan.

Kartika bilang, kegiatan operasional masih berjalan dengan melakukan pembatasan untuk  meminimalisasi kemungkinan penyebaran Covid-19. "Kami selalu menjaga betul kesehatan dan keselamatan karyawan dan keluarga karyawan yang ada di Tambang Batu Hijau," tandasnya.

Dalam catatan Kontan.co.id, AMNT telah mengantongi rekomendasi ekspor alias Surat Persetujuan Ekspor (SPE) konsentrat tembaga sebanyak 373.626 wet ton konsentrat tembaga. SPE tersebut berlaku dalam periode satu tahun sejak diterbitkan Kementerian ESDM pda 17 Maret 2020.

Baca Juga: Strategi Elnusa (ELSA) pertahankan arus kas saat ada gempuran corona dan harga minyak

Volume kuota ekspor kali ini naik dibandingkan periode setahun sebelumnya yang sebesar 336.100 wet ton. Adapun, tujuan ekspor AMNT berada di negara-negara Asia Pasifik seperti Jepang, Korea Selatan dan Filipina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×