CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,33   10,53   1.04%
  • EMAS995.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Tambah Fasilitas CCUS, Blok Masela Baru Akan Produksi Pasca 2030


Senin, 21 Februari 2022 / 16:42 WIB
Tambah Fasilitas CCUS, Blok Masela Baru Akan Produksi Pasca 2030
ILUSTRASI. Peta blok Masela. Tambah Fasilitas CCUS, Blok Masela Baru Akan Produksi Pasca 2030.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Jadwal onstream Blok Masela berpotensi mengalami pemunduran dari jadwal semula. Salah satu penyebabnya yakni adanya penambahan fasilitas Carbon Capture, Utilizaton and Storage (CCUS).

Chief Executive Officer Inpex Takayuki Ueda mengungkapkan, pihaknya menjadwalkan pelaksanaan studi komprehensif termasuk untuk implementasi CCUS.

Dengan demikian, diharapkan dapat membuat proyek lebih bersih dan lebih mengurangi biaya.

"Dan mempromosikan sebagai proyek yang kompetitif dan bersih dengan tujuan memulai produksi lebih awal 2030-an," ungkap Takayuki dalam Paparan Kinerja Akhir Tahun 2021, baru-baru ini.

Baca Juga: Investor Asing Hengkang, Iklim Investasi Hulu Migas Indonesia Dinilai Kurang Menarik

Asal tahu saja, dengan adanya penambahan fasilitas CCUS maka dipastikan bakal ada perubahan atau revisi pada Plan of Development (POD) Blok Masela.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengungkapkan, pihaknya tetap berupaya untuk mendorong proyek rampung sesuai jadwal.

"Kita masih mendorong dan mendukung untuk tetap bisa onstream di tahun 2027 seperti persetujuan POD yang ada," ujar Julius kepada Kontan, Senin (21/2).

Baca Juga: Harga minyak WTI ke bawah US$ 80 per barel, terseret pembicaraan nuklir Iran

Kontan mencatat, SKK Migas mengharapkan kenaikan harga minyak yang terjadi beberapa waktu terakhir dapat mendorong kesepakatan untuk proses divestasi Shell di Masela. 

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengungkapkan pencarian mitra pengganti bagi Shell untuk proyek LNG Abadi Masela masih berlangsung.

Fatar mengungkapkan, proses pencarian mitra terhambat akibat turunnya harga minyak dunia pada masa pandemi covid-19 lalu. Hal ini berimbas pada nilai pengembangan proyek yang dianggap kurang menarik di situasi saat itu. 

Baca Juga: Jelang tutup tahun, pengganti Shell di Blok Masela masih belum jelas

Selain itu, terjadi sedikit perubahan seiring rencana net zero emission dimana akan ada tambahan proyek carbon capture, utilization and storage (CCUS). "Mudah-mudahan dengan perbaikan (harga minyak) ini Shell bisa lebih cepat," terang Fatar. 

Asal tahu saja, proyek ini direncanakan memiliki kapasitas produksi LNG mencapai 10,5 juta ton. Shell tercatat mengempit 35% hak partisipasi di Blok Masela, sementara sisanya 65% oleh Inpex. investasi proyek Abadi Masela saat pembangunan sebesar US$ 19,8 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×