kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.147   60,00   0,33%
  • IDX 5.933   8,28   0,14%
  • KOMPAS100 771   0,02   0,00%
  • LQ45 589   -0,44   -0,07%
  • ISSI 205   1,30   0,64%
  • IDX30 333   -0,48   -0,14%
  • IDXHIDIV20 412   -1,02   -0,25%
  • IDX80 88   0,06   0,06%
  • IDXV30 112   -0,07   -0,06%
  • IDXQ30 107   -0,40   -0,37%

Tanggul pengaman pantai Jakarta rampung awal 2018


Selasa, 04 Oktober 2016 / 21:24 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Salah satu titik pembangunan tanggul penahan ombak pantai utara Jakarta terletak di Cilincing, Jakarta Utara. Proyek ini di bawah pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dirjen Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane. Titik sepanjang 2,2 km tersebut dikerjakan joint venture antara PT Wijaya Karya Tbk dengan PT Sac Nusantara.

Pemasangan tiang pancang tersebut menggunakan beton pracetak yang diproduksi oleh anak perusahaan PT Wijaya Karya Tbk, yakni PT Wijaya Karya Beton Tbk. Pengerjaan pembangunan pengaman pantai di Jakarta tahap 2 paket 2 yang sudah dimulai sejak Juli 2016 dan direncanakan rampung awal tahun 2018.

Proyek ini menggunakan produk spun pile. Produk ini merupakan salah satu inovasi produk yang dikembangkan oleh Wika Beton. Produk berupa tiang pancang ini, memiliki spesifikasi yang bisa digunakan untuk proyek infrastruktur baik di darat maupun laut. ”Dengan alat ini, kita bisa kerjakan dengan ramah lingkungan,” ujar Sekretaris Perusahaan PT. Wijaya Karya Beton Tbk, Puji Haryadi, Selasa (4/10).

Spesifikasi spun pile dalam proyek ini meliputi diameter 1,2 meter dengan panjang 24 meter tanpa sambungan. Produk ini juga dilengkapi sistem pengikat dengan menggunakan CT Joint. Wika Beton memproduksi Spun Pile sebanyak 1.632 batang untuk pembangunan pengaman pantai Jakarta tersebut. Kontrak yang diperoleh Wika Beton dalam proyek ini sekitar Rp 188 miliar.

Wika Beton pengaplikasikan penggunaan metode inner bore. Yakni sistem pemasangan yang tidak menimbulkan getaran ketika melubangi tanah. Caranya yakni dengan dibor sambil memasukkan tiang pancang spun pile dengan cara ditekan. Dalam pemancangan ini juga menggunakan teknologi geotextile yaitu teknologi penahan lumpur atau tanah hasil pengeboran mesin inner bore. Tujuannya, agar hasil pembuangan tidak meluas dan mencemari laut, karena tetap berada di area pemancangan.

Puji mengatakan pihaknya saat ini memiliki 4 alat pemasangan tiang pancang yang didatangkan dari Jepang. Produksi beton cetak tiang pancang, kata Puji, baru memberi kontribusi sekitar 15% dari total produk. Selain itu, perusahaan juga memproduksi segmental box girder (SBG) dan bantalan rel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×