kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Tantangan di bisnis pembiayaan pemberangkatan TKI


Senin, 16 Februari 2015 / 18:56 WIB
Tantangan di bisnis pembiayaan pemberangkatan TKI
ILUSTRASI. Blok Masela harus mulai berproduksi pada 1 Januari 2030


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sudah puluhan tahun sebagian masyarakat mengadu nasib di luar negeri dengan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Tetapi, hingga saat ini, Nusron Wahid, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengatakan, belum ada pihak lokal yang masuk bisnis pembiayaan pemberangkatan TKI.

Menurutnya, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi pelaku industri keuangan jika ingin menggarap lini bisnis ini. Salah satunya, sulitnya mengumpulkan piutang karena perbedaan jarak dengan TKI yang bekerja di luar negeri. Apalagi banyak dari mereka yang belum terjamah akses keuangan serta berstatus ilegal.

Berdasarkan data terakhir, dari total TKI yang berjumlah sekitar 6,2 juta orang, sekitar 1,9 juta di antaranya bekerja di negeri orang lain secara ilegal. Sehingga, sebagian TKI tidak memiliki jaminan jika ingin mengajukan aplikasi kredit. "Yang masuk bisnis pemberangkatan TKI jadinya perusahaan pembiayaan dari luar negeri. Mereka kenakan bunga flat 4% per bulan," kata Nusron seusai acara penandatanganan nota kesepahaman bersama dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pihak Kementerian Ketenagakerjaan terkait peningkatan transaksi non tunai dan perluasan akses keuangan bagi TKI.

Selain asuransi, Nusron berkata salah satu produk keuangan yang telah mulai disentuh TKI adalah perbankan. "Di Korea bulan Maret nanti sudah mulai pembayaran gaji TKI secara account to account," ujarnya. Ke depannya, ia juga berharap seluruh transaksi pembayaran upah TKI di luar negeri dapat dilakukan melalui transaksi non tunai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×