kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.923   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.082   50,75   0,84%
  • KOMPAS100 784   8,51   1,10%
  • LQ45 600   6,66   1,12%
  • ISSI 213   1,38   0,65%
  • IDX30 334   3,43   1,04%
  • IDXHIDIV20 427   4,44   1,05%
  • IDX80 89   0,92   1,03%
  • IDXV30 116   0,79   0,68%
  • IDXQ30 109   1,21   1,12%

Target Pengadaan Beras 2026 Terlampaui, Serapan Bulog Capai 4,11 Juta Ton


Jumat, 09 Oktober 2026 / 13:48 WIB
Target Pengadaan Beras 2026 Terlampaui, Serapan Bulog Capai 4,11 Juta Ton
ILUSTRASI. Perum  BULOG mencatat realisasi pengadaan beras mencapai 4,11 juta ton hingga 9 Oktober 2026. Melampaui target pemerintah sebesar 4 juta ton (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum BULOG mencatat realisasi pengadaan beras mencapai 4,11 juta ton hingga 9 Oktober 2026. 

Capaian ini melampaui target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton sekaligus menjadi realisasi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah BULOG.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, realisasi pengadaan tersebut telah mencapai target pada akhir September 2026. Hingga 9 Oktober 2026, serapan BULOG meningkat menjadi sekitar 4,11 juta ton.

Baca Juga: SiCepat Ekspress Perkuat Layanan, Kini Punya 18.000 Lebih Mitra Kurir

“Ini terakhir kemarin di akhir bulan September, capaian BULOG sudah mencapai 4 juta ton dan di hari ini sudah mencapai lebih kurang 4,11 juta ton,” ujar Rizal dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan data tertulis BULOG, realisasi pengadaan hingga 9 Oktober 2026 mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88% dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.

Capaian tersebut meningkat dibandingkan realisasi pengadaan sepanjang 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. 

Capaian ini juga menjadi yang terbesar sejak BULOG didirikan, sebelumnya rekor pengadaan tertinggi BULOG tercatat pada 2012 sebesar 3,65 juta ton.

Rizal menjelaskan, rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan BULOG melampaui target tidak terlepas dari dukungan pemerintah, petani, serta berbagai pemangku kepentingan yang bersinergi dalam pelaksanaan pengadaan.

“Kami yang utama melaksanakan tasyakuran ini menyampaikan rasa syukur yang luar biasa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah merestui sehingga penugasan yang diberikan oleh Bapak Presiden melalui Inpres betul-betul dapat dilaksanakan sebelum akhir tahun tercapai,” kata Rizal.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan penugasan kepada BULOG melalui Instruksi Presiden untuk menyerap gabah setara beras sebanyak 4 juta ton pada 2026.

Baca Juga: Mandiri Herindo (MAHA) Raih Kontrak Jasa Angkutan Batubara Rp 2,2 Triliun Hingga 2030

“Kemudian yang kedua, kami juga mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada Bapak Presiden Republik Indonesia yang telah memberikan kepercayaan, memberikan penugasan kepada Bulog dengan mengeluarkan Instruksi Presiden,” jelasnya.

Menurut Rizal, pencapaian tersebut menjadi salah satu penanda dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. 

“Dengan capaian 4 juta ton ini, kami Perum Bulog juga menyampaikan ini adalah bagian daripada kado dua tahun pemerintahan Bapak Presiden Prabowo yang mana dengan 4 juta ton capaian serapan Perum Bulog ini adalah indikasi salah satu indikasi tercapainya swasembada pangan berkelanjutan,” kata Rizal.

Rizal turut mengapresiasi dukungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pertanian, jajaran kementerian lainnya, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta para petani di seluruh Indonesia. Menurut dia, penyerapan gabah petani merupakan hasil kerja bersama dan sinergi berbagai pihak.

BULOG menyatakan, akan terus mengoptimalkan pengadaan hingga akhir 2026 melalui penguatan jaringan pembelian di sentra produksi, kesiapan sarana penyimpanan dan pergudangan, serta percepatan penyerapan pada momentum panen.

Langkah tersebut ditujukan untuk menyerap hasil panen petani, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen.

Baca Juga: PKSS Gembleng 7.943 Satuan Pengamanan untuk Perkuat Kompetensi

Adapun dalam mendukung pengadaan gabah, harga pembelian pemerintah untuk gabah kering panen di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram. 

Harga tersebut menjadi acuan pembelian gabah petani dalam mendukung penyerapan hasil panen dan pemenuhan cadangan beras pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×