kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Targetkan penjualan US$ 160 juta, Ancora (OKAS) siapkan belanja modal US$ 6 juta


Selasa, 21 Januari 2020 / 18:31 WIB
Targetkan penjualan US$ 160 juta, Ancora (OKAS) siapkan belanja modal US$ 6 juta
ILUSTRASI. Ancora Indonesia (OKAS) menyiapkan belanja modal senilai US$ 6 juta tahun ini.

Reporter: Filemon Agung | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) menargetkan penjualan hingga US$ 160 juta di tahun 2020.

Demi merealisasikan target tersebut, Direktur Utama OKAS Rolaw P. Samosir bilang OKAS menyiapkan belanja modal (capex) hingga US$ 6 juta.

"Capex sekitar US$ 5 juta hingga US$ 6 juta," ujar Rolaw kepada Kontan.co.id, Selasa (21/1).

Baca Juga: Ancora Indonesia (OKAS) targetkan produksi emas dimulai pada semester II 2021

Rolaw melanjutkan, capex akan dialokasikan untuk sejumlah keperluan seperti pembangunan pabrik booster di Kalimantan Timur oleh anak usaha PT Multi Nitrotama Kimia (MNK).

Selain itu, sebagian capex juga akan digunakan untuk pembelian sparepart anak usaha PT Bormindo Nusantara yang bergerak dibidang jasa pengeboran minyak dan gas. Tak hanya itu, OKAS juga turut menyiapkan belanja modal untuk pekerjaan drilling tambang emas yang dikelola anak usaha PT Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB).

Kontan.co.id mencatat, di kuartal III 2019 OKAS membukukan kenaikan pendapatan sebesar 18,41% menjadi US$ 120,83 juta. Kenaikan pendapatan ini pun berimbas pada kenaikan laba.

Pada kuartal III 2019, OKAS mampu meraup laba bersih sebesar US$ 921.315. Padahal, pada periode sama tahun 2018 OKAS masih menanggung kerugian senilai US$ 3,36 juta.

Rolaw mengatakan, kenaikan kinerja OKAS pada kuartal III 2019 tidak terlepas dari kenaikan penjualan di PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) menjadi sekitar US$ 18.9 juta. Meski demikian, penjualan di entitas anak lainnya juga ada yang mengalami penurunan.

"Walaupun penjualan PT Bormindo Musantara sedikit mengalami penurunan," ujar Rolaw saat dihubungi Kontan.co.id

Selain itu, kenaikan kinerja OKAS pada kuartal III 2019 juga berkat diversifikasi pelanggan dan efisiensi yang dilakukan, sehingga menghasilkan peningkatkan laba secara konsolidasi.

Kenaikan penjualan dan efisiensi mengakibatkan EBITDA OKAS per 30 September 2019 sebesar US$ 15,8 juta, meningkat jika dibandingkan dengan EBITDA per 30 September 2018 sebesar US$ 7,6 juta.

Baca Juga: Ancora Indonesia (OKAS) Incar Peluang dari Hilirisasi Nikel

Rolaw melanjutkan, pada tahun 2020 ini, OKAS menargetkan EBITDA sekitar US$ 20 juta hingga US$ 21 juta.




TERBARU

Close [X]
×