kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Tarif AS Turun, Pertamina Atur Rencana Impor Migas


Rabu, 16 Juli 2025 / 14:28 WIB
Tarif AS Turun, Pertamina Atur Rencana Impor Migas
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM sekaligus Wakil Komisaris Utama Pertamina, Todotua Pasaribu.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan tarif impor dari Amerika Serikat (AS) ke Indonesia mendorong Pertamina untuk mengatur rencana impor migas, termasuk minyak mentah dan elpiji.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM sekaligus Wakil Komisaris Utama Pertamina Todotua Pasaribu mengungkapkan, penurunan tarif dari 32% menjadi 19% menunjukkan bahwa posisi Indonesia makin strategis di mata AS.

"Ya artinya kalau mau berbicara begitu kan negara kita strategik, artinya Amerika sudah mau untuk menurunkan dari 32% ke 19%," kata Todotua usai ditemui dalam agenda Pertamina Investor Day 2025, Rabu (16/7).

Baca Juga: Kesepakatan Dagang RI-AS Berpotensi Bebani Neraca Dagang dan Pertumbuhan Ekonomi

Penyesuaian tarif ini merupakan bagian dari kesepakatan timbal balik atau reciprocal deal yang diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump. Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia akan mengimpor sejumlah komoditas dari AS, seperti produk energi, pertanian, hingga pesawat Boeing.

Todotua menambahkan, pihaknya masih mengkaji dampak penurunan tarif ini terhadap rencana impor migas, termasuk potensi perluasan kerja sama investasi.

“Nah ini kita juga lagi konsolidasi, karena kan beritanya baru ya,” jelas dia.

Meski belum ada rencana investasi baru dari Indonesia ke AS dalam waktu dekat, diskusi soal impor energi dari AS disebut masih berlangsung. Termasuk kemungkinan peningkatan impor minyak mentah dan LPG dari Negeri Paman Sam.

"Masih pembicaraan," ujar Todotua singkat.

Baca Juga: Bisnis Emiten Kesehatan Tak Terdampak Tarif Impor AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×