kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

TBIG Kaji Dampak Pelemahan Rupiah


Sabtu, 07 September 2013 / 07:15 WIB
TBIG Kaji Dampak Pelemahan Rupiah


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Herlina Kartika Dewi

JAKARTA. Perusahaan menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk sedang mengkaji kenaikan biaya operasional. Pasalnya, nilai tukar rupiah yang terus melemah berpotensi membuat biaya operasional perawatan menara kian membengkak.

Presiden Direktur Tower Bersama Herman Setya Budi mengungkapkan, jika pelemahan rupiah ini berlangsung lama, kondisi ini akan membuat beban operasional perusahaan bakal membengkak. "Dampaknya akan terlihat dalam waktu tiga bulan. Kami masih terus memantau kondisi ini, masih melakukan kajian dan perhitungan. Mungkin kuartal empat baru bisa terlihat beban biaya operasionalnya," katanya kepada KONTAN Kamis (5/9).

Pasalnya, kata Herman, perhitungan biaya operasional untuk perawatan menara menggunakan kurs dollar AS. Besaran biaya perawatan menara telekomunikasi sangat bergantung dari teknologi yang dipakainya.

Namun, Herman belum bisa memperkirakan berapa prosentase kenaikan biaya operasional akibat pelemahan nilai rupiah terhadap dollar AS.
Kendati ada potensi kenaikan ongkos operasional, tapi Herman bilang, harga sewa kemungkinan akan tetap sama. Sebab, "Penyewaan menara telekomunikasi biasanya merupakan kontrak panjang, sampai 10 tahun. Jadi, untuk kesepakatan harga sudah ditetapkan dari awal," ungkap Herman.

Selain biaya operasional, pelemahan nilai tukar juga bisa berdampak pada pinjaman perusahaan dalam bentuk dollar AS. Tapi, Herman bilang, perusahaan sudah mengantisipasi dengan langkah lindung nilai alias hedging untuk pinjaman yang berdenominasi dollar AS.

Makanya, meski ada pelemahan nilai tukar rupiah namun perusahaan berkode saham TBIG ini tak mengubah target pendapatannya di tahun ini. "Kami masih on the track dan optimistis target bisa tercapai. Tak ada revisi," ujar Herman.

Hingga semester I-2013 TBIG memiliki 15.293 penyewaan dan 9.308 site telekomunikasi. Adapun jumlah total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 13.909 unit, dengan rasio kolokasi (tenancy ratio) perusahaan sebesar 1,76

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×