kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.180   21,00   0,12%
  • IDX 5.105   48,15   0,95%
  • KOMPAS100 659   7,25   1,11%
  • LQ45 519   3,87   0,75%
  • ISSI 170   1,07   0,63%
  • IDX30 292   1,94   0,67%
  • IDXHIDIV20 392   0,63   0,16%
  • IDX80 76   0,79   1,05%
  • IDXV30 110   0,33   0,30%
  • IDXQ30 98   -0,22   -0,22%

Telkom matangkan rencana membawa masuk Hooq


Senin, 28 Maret 2016 / 10:35 WIB


Reporter: Pamela Sarnia | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pasca memblokir layanan sewa film daring Netflix, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk alias Telkom sudah menemukan tambatan hati sendiri. Perusahaan pelat merah tersebut mempertimbangkan untuk merangkul layanan serupa Netflix, yakni Hooq. 

Hingga kini, Telkom masih mematangkan rencana. "Saya masih belum bisa pastikan, belum tentu juga masuk IndiHome, bisa masuk, bisa juga tidak," kata Jemy Cofindo, Vice President Marketing and Sales PT Telekomunikasi Indonesia Tbk kepada KONTAN, Minggu (27/3).

Asal tahu saja, Telkom sudah mengoperasikan layanan triple play berupa telepon, internet dan televisi berlangganan. Sejak awal tahun 2015, perusahaan berkode TLKM di Bursa Efek Indonesia itu mengusung layanan tadi di bawah satu bendera bernama IndiHome.

IndiHome melayani telepon rumah, internet on fiber atau high speed internet dan UseeTV Cable yang mengunakan platform internet protocol television (IPTV). IndiHome juga melayani fitur tambahan, seperti IndiHome View, MelOn dan Trend Micro Security System. 

Sebelumnya, Indra Utoyo, Direktur Inovasi PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk menyebutkan, ada peluang memasukkan Hooq di bawah bendera IndiHome. "Hooq akan masuk bulan April 2016," kata dia kepada KONTAN beberapa waktu lalu. 

Sekadar tahu, Hooq adalah layanan video streaming yang merupakan kongsi antara Singapore Telecommunication Limited (Ltd), Sony Pictures Television dan Warner Bros. Perusahaan pembentuk Hooq berambisi menjadikan Hooq sebagai penguasa pasar video streaming di Asia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×