kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Terancam, Indonesia mulai kesulitan ekspor pinang ke sejumlah negara tujuan


Rabu, 28 Februari 2018 / 13:09 WIB
Terancam, Indonesia mulai kesulitan ekspor pinang ke sejumlah negara tujuan


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam beberapa waktu terakhir Indonesia kesulitan mengekspor pinang ke beberapa negara seperti Pakistan, India dan Bangladesh.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumatera Barat Ramal Saleh mengungkap, dalam empat bulan terakhir Indonesia tidak bisa mengekspor pinang ke Pakistan karena adanya larangan dari pemerintah Pakistan. "Pemerintah Pakistan banned impor pinang," ujar Ramal kepada Kontan.co.id, Rabu (28/2).

Sementara, negara tujuan ekspor lainnya seperti India dan Bangladesh menerapkan bea masuk yang tinggi yakni sekitar 108% yang semakin mempersulit Indonesia untuk mengekspor pinang.

Padahal, menurut Ramal, tiga negara tersebut merupakan negara utama tujuan ekspor pinang Indonesia. Setiap tahunnya, Indonesia dapat mengekspor sekitar 300.000 ton pinang ke tiga negara tersebut. Karena itu, bila ekspor pinang berhenti akan merugikan masyarakat Indonesia.

"Pinang adalah hasil perkebunan rakyat, bila tersumbat ekspornya maka hilanglah pencariang lebih kurang 300.000 orang yang tersebar di Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh," jelas Ramal.

Menurut Ramal, setiap tahunnya Indonesia dapat memproduksi 350.000 ton pinang dalam setahun. Sayangnya, pasar pinang di dalam negeri pun belum terbentuk. Dia berpendapat, pasar dalam negeri pun harus dipikirkan ke depannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×