kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.009,04   -4,47   -0.44%
  • EMAS942.000 1,07%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Terdampak pandemi, Lion Air Group merumahkan sekitar 8.050 karyawan


Minggu, 01 Agustus 2021 / 18:58 WIB
Terdampak pandemi, Lion Air Group merumahkan sekitar 8.050 karyawan
ILUSTRASI. Pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic milik Lion Air Group di Bandara Hang Nadim.


Reporter: Ramadhan Sultan | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masa pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini membuat semua bisnis mengalami kesulitan. Salah satunya maskapai penerbangan dari Lion Air Group yang melakukan merumahkan sekitar 8.050 karyawan atau setara 35% dari jumlah total yang dimiliki sebanyak 23.000 karyawan.

Corporate Communication Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, Lion Air Group merumahkan sekitar 8.050 karyawan menyusul menurunnya penerbangan akibat pandemi covid-19. Melakukan merumahkan karyawan dikarenakan kondisi pasar dan jumlah penumpang yang mengalami penurunan sehingga mengakibatkan jumlah frekuensi terbang juga ikut turun.

“Atas kondisi tersebut, menyebabkan jumlah produksi pekerjaan dengan sumber daya manusia tidak sesuai. Oleh karena itu, dalam jangka waktu yang diperlukan Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan dengan status tidak Pemutusann Hubungan Kerja (PHK),” ucap dia dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, pada Sabtu kemarin (31/7).

Baca Juga: Lion Air Group berikan layanan gratis bagasi hingga 20kg, efektif per 1 Agustus 2021

Selama dirumahkan, Danang menjelaskan, Lion Air Group akan berusaha membantu dukungan biaya hidup sesuai kemampuan perusahaan. Kemudian, ia bilang selama dirumahkan akan diadakan pelatihan sevara virtual (online) sesuai dengan bagian masing-masing. “Skema pemulihan ini ditempuh guna menjaga keberlangsungan usaha dan menjadikan bisnis berada pada sektor yang tepat,” jelasnya.

Danang melanjutkan, kondisi pendapatan sangat minimal, masih mempunyai komitmen finansial yang harus dipenuhi sehingga terjadi pembatasan perjalanan dan pengurangan frekuensi sementara operasional pada rute-rute penerbangan tertentu serta biaya-biaya yang harus ditanggung masih cukup besar.

“Keputusan berat tersebut diambil bertujuan utama sebagai konsentrasi efektif dan efisien dengan sejalan mempertahankan bisnis yang berkesinambungan agar perusahaan tetap terjaga. Kemudian, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal dari dampak pandemi covid-19,” pungkasnya.

Lebih lanjut Danang mengatakan, Lion Air Group terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi serta mempelajari situasi yang terjadi seiring mempersiapkan rancangan penyusunan cetak biru atau blue print maupun langkah lainnya.

Selanjutnya: Penggunaan Pedulilindungi sebagai syarat perjalanan udara resmi berlaku, ini infonya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×