kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Terdongkrak Ekspor, Pendapatan Trisula (TRIS) Naik 15,9% pada Semester I-2026


Rabu, 05 Agustus 2026 / 15:30 WIB
Terdongkrak Ekspor, Pendapatan Trisula (TRIS) Naik 15,9% pada Semester I-2026
ILUSTRASI. PT Trisula International Tbk (TRIS) (Dok/TRIS)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trisula International Tbk (TRIS) menutup paruh pertama tahun 2026 dengan catatan kinerja impresif. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih Rp57,9 miliar, melampaui ekspektasi dengan pertumbuhan 12,2% secara tahunan (yoy).

Sementara penjualan tercatat mencapai Rp889,6 miliar pada semester I-2026,  atau tumbuh 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pendorong utama dari pertumbuhan periode ini adalah pasar ekspor yang melonjak signifikan.TRIS mencatatkan nilai ekspor sebesar Rp530,5 miliar, meningkat 20,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp440,8 miliar.

Dengan capaian tersebut, pasar ekspor kini berkontribusi sebesar 60% terhadap total penjualan perusahaan. Sementara pasar domestik berkontribusi dengan nilai penjualan hanya Rp359 miliar.

Baca Juga: Laba Trisula (TRIS) Naik Jadi Rp 57,9 Miliar pada Semester I-2026, Ini Pendorongnya

Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan menyatakan capaian ini menegaskan posisi TRIS sebagai salah satu pemain tekstil dan garmen yang tangguh di tengah tantangan industri tekstil saat ini.

“Di tengah dinamika geopolitik global, kami berhasil menjaga ketahanan kinerja ekspor berkat diversifikasi pasar ekspor dan memaksimalkan perjanjian dagang yang dimiliki pemerintah Indonesia, sehingga permintaan tetap stabil dan basis pasar terus meluas. TRIS bisa memenuhi pesanan dari segmen pelanggan yang menekankan konsistensi kualitas, fleksibilitas produksi, serta kemampuan multi-skill dalam proses manufaktur.,” ujar Widjaya, dalam keterangannya, Rabu (5/8). 

Dari sisi segmen usaha, Manufaktur masih menjadi tulang punggung pertumbuhan kinerja perusahaan. Segmen ini berkontribusi sebesar 65% terhadap total pendapatan, dengan perolehan Rp703,8 miliar atau naik 13,9% YoY.

Baca Juga: Fokus Genjot Pasar Ekspor, Trisula (TRIS) Yakin Industri Fesyen Tumbuh di 2026

Diikuti oleh segmen Distribusi yang mencatatkan raihan positif Rp203,43 miliar, naik 42,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, segmen Seragam juga menunjukkan peningkatan yang solid, tumbuh 37,9% YoY menjadi Rp89,5 miliar. Kemudian segmen ritel yang dihadapkan dengan tantangan daya beli membukukan Rp79,3 miliar.

 TRIS juga mencatatkan tambahan segmen usaha baru, yaitu perhotelan dengan  pendapatan sebesar Rp7,6 miliar per semester I-2026. Penambahan segmen ini jmencerminkan perkembangan peran TRIS sebagai holding Company dengan portofolio bisnis yang semakin beragam.

Selain itu, keberhasilan TRIS dalam mempertahankan kinerja yang solid tidak terlepas dari pendekatan bisnis yang berbeda dibandingkan pemain tekstil lain. Alih-alih mengandalkan pesanan massal, TRIS justru menawarkan fleksibilitas dengan kemampuan memproduksi sesuai kebutuhan spesifik pelanggan, bahkan untuk tingkat kesulitan tertentu. 

“Fleksibilitas dan kustomisasi inilah yang menjadi pembeda utama, karena TRIS mampu menciptakan produk dengan karakteristik, fungsi, dan keunikan tersendiri tanpa mengorbankan kualitas tinggi yang menjadi ciri khas perusahaan,” tambahnya. 

Secara strategis, TRIS juga senantiasa menjajaki peluang di pasar-pasar baru dengan potensi pertumbuhan, sembari tetap menjaga dan memperkuat hubungan dengan pelanggan eksisting. Pendekatan ini memungkinkan Perseroan menjaga stabilitas permintaan sekaligus memperluas basis pasar secara berkelanjutan.

Ke depan, TRIS menerapkan strategi yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional dan penguatan portofolio produk bernilai tinggi.

Hingga akhir Juni lalu, TRIS telah mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar Rp35 miliar, yang terutama akan dimanfaatkan untuk peremajaan mesin dan renovasi fasilitas guna mendukung efisiensi produksi.

Baca Juga: Ini Strategi Trisula International (TRIS) Capai Target Pertumbuhan Kinerja pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×