kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ternak sebentar lagi bisa diasuransikan


Minggu, 30 September 2012 / 15:28 WIB
Ternak sebentar lagi bisa diasuransikan
ILUSTRASI. Produk olahan sidat siap diekspor. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melalui anak usahanya di bidang budidaya perikanan, PT Iroha Sidat Indonesia (ISI) dan PT Suri Tani Pemuka (STP), konsisten lakukan ekspor di tengah pandemi COVID-19.


Reporter: Arif Wicaksono | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Pertanian(Kementan) mulai menerapkan program asuransi untuk sektor pertanian dan peternakan. Hal ini dibuktikan dengan program asuransi untuk ternak di sektor peternakan, guna untuk mendukung percepatan swasembada pangan.

Mulyadi, Direktur Pembiayaan Pertanian Direktorat Jenderal(Ditjen) Prasarana dan Sarana Kementan menuturkan, Kementan akan melanjutkan uji coba penerapan asuransi pertanian tahun 2013. "Program asuransi diperluas untuk ternak sapi," ujarnya kepada Kontan akhir pekan ini.

Mulyadi melanjutkan, Kementan mulai menerapkan program asuransi bagi ternak sapi pada akhir tahun 2013 mendatang. "Asuransi ternak difokuskan bagi petani yang ambil Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS)," ujarnya.

Menurut Mulyadi, premi asuransi ternak sapi adalah sebesar 1,5% dari nilai pembelian ternak sapi. Untuk pembayaran premi dilakukan oleh Bank pelaksana program KUPS. Untuk Bank pelaksana KUPS itu adalah: BRI, BNI, Bank Bukopin, Bank Jatim, Bank Jateng, BPD DIY, Bank Nagari, dan Bank Bali.

Mulyadi menuturkan, untuk lokasi penerapan asuransi ternak sapi masih dalam tahap pembicaraan dengan Bank pelaksana KUPS. Namun, selama ini daerah yang menjadi realisasi program KUPS adalah Jawa Timur, NTB, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Berkaitan dengan dana yang disiapkan, Mulyadi mengaku pemerintah belum memilikinya, sehingga masih program swadaya petani. "Rencananya kalau sistem sudah jalan, serta pemerintah merasa perlu beri subsidi, maka akan kami usulkan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×