kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Tertahan pandemi corona, serapan capex Garudafood (GOOD) tak maksimal


Minggu, 01 November 2020 / 06:35 WIB


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) terpaksa menunda alokasi sebagian belanja modal tahun ini akibat pandemi corona. Emiten sektor makanan dan minuman ini memperkirakan aliran kas untuk pembiayaan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga akhir 2020 hanya Rp 477 miliar.

Jumlah itu setara 83% dari rencana capex semula yang sebesar Rp 572 miliar. "Kami menunda investasi baru berupa pembelian mesin pada 2020 karena kondisi pandemi sehingga kami hanya menyelesaikan proyek-proyek yang sudah dimulai sejak 2019," kata Direktur Garudafood Paulus Tedjosutikno kepada Kontan.co.id, Rabu (28/10).

Proyek-proyek yang telah dimulai sejak tahun lalu adalah pembangunan gudang di Pati, pembangunan pabrik bekas kebakaran di Pati, dan prasarana instalasi untuk mesin-mesin yang telah dipesan pada tahun 2019. Dengan begitu, Paulus meyakini, kapasitas Garudafood siap untuk menjalankan bisnis yang diperkirakan bakal lebih baik pada tahun depan.

Sebagai gambaran, pada semester I-2020, penjualan Garudafood turun 8,8% secara year on year (yoy) menjadi Rp 3,9 triliun. Bahkan, laba bersih merosot 40,88% yoy, dari Rp 218,23 miliar menjadi Rp 129,02 miliar.

Baca Juga: Penjualan Garudafood (GOOD) diprediksi membaik di paruh kedua tahun ini

Meskipun begitu, Direktur Keuangan Garudafood Robert Chandrakelana Adjie menyampaikan, pendapatan dan laba Garudafood pada kuartal III-2020 sedikit lebih baik dibanding kuartal II-2020, tetapi belum kembali ke kondisi normal. "Oleh karena itu, kami tetap mengantisipasi bahwa bisnis kami tahun ini tidak akan bertumbuh dibanding tahun 2019," ungkap Robert dalam paparan publik virtual, Selasa (27/10).

Asal tahu saja, saat ini Garudafood memiliki empat pabrik utama. Dua pabrik di Pati memproduksi kacang atom, kacang telur, snack pilus, kacang kulit, keripik kentang, dan cereal snack. Lalu, satu pabrik di Gresik memproduksi biskuit dan satu pabrik di Rancaekek menghasilkan susu, biskuit, dan confectionery.

Di samping itu, Garudafood juga memiliki delapan pabrik original equipment manufacturer (OEM) hasil kerja sama dengan pihak lain. Delapan pabrik tersebut berada di Solo, Sidoarjo, Gresik, Cikarang,  Kediri, Jombang, Yogyakarta, dan Bogor.

Baca Juga: Usai Akuisisi Mulia Boga (KEJU), Garudafood (GOOD) Genjot Penjualan Prochiz

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×