kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Tol Gilimanuk–Mengwi Tender Ulang 2027, Target Operasi pada 2031


Kamis, 09 April 2026 / 16:03 WIB
Tol Gilimanuk–Mengwi Tender Ulang 2027, Target Operasi pada 2031
ILUSTRASI. Jasa Marga (JSMR) Percepat Penyelesaian Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Dok/PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) )


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek jalan tol Gilimanuk–Mengwi di Bali akan kembali memasuki proses tender ulang pada 2027, setelah hingga saat ini belum menarik minat investor. Pemerintah menargetkan proyek ini dapat beroperasi pada 2031.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti mengatakan saat ini proyek masih dalam tahap pematangan, termasuk penyusunan desain dan pemenuhan berbagai persyaratan.

"Proses pengadaan badan usaha direncanakan dapat dimulai pada tahun 2027, dan jalan tol ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2031," ujarnya di dalam rapat dengan di DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah masih menyusun sejumlah dokumen penting, mulai dari analisis dampak lingkungan (Amdal), dampak lalu lintas, hingga rekomendasi kesesuaian pemanfaatan ruang dan perencanaan pengadaan tanah.

Proyek tol yang akan menghubungkan Bali Selatan dan Bali Utara ini memiliki panjang sekitar 96,84 kilometer dan akan dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Baca Juga: WSBP Genjot Suplai Beton Proyek Tol Palembang–Betung, Progres Hampir 100%

Untuk tahap awal, lelang akan difokuskan pada Seksi 2 dan Seksi 3, yakni ruas Pekutatan–Soka–Mengwi sepanjang 35,52 kilometer. Kebutuhan investasi tahap pertama diperkirakan mencapai Rp12,7 triliun, dengan rincian biaya konstruksi Rp8,52 triliun dan dukungan konstruksi sebesar Rp4,59 triliun.

Selain memperkuat konektivitas, proyek ini juga diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari Gilimanuk ke Mengwi secara signifikan.

"Dari sisi manfaat, jalan tol ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh perjalanan dari Gilimanuk ke Mengwi secara signifikan, dari semula sekitar 6 jam menjadi kurang lebih 3 jam," kata dia.

Meski demikian, minat investor terhadap proyek ini masih menjadi tantangan. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Willan Oktavian sebelumnya menyebut investor kini lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, terutama terkait pembagian risiko dan aspek keekonomian proyek.

Menurutnya, keputusan investasi sangat bergantung pada proyeksi keuntungan dan kepastian kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Asosiasi Jalan Tol Integrasikan Kamera untuk Deteksi Truk ODOL

“Kalau studi dilakukan oleh konsultan yang kredibel, misalnya terkait proyeksi trafik dan skema tarif, investor akan lebih yakin. Mereka bisa melihat dengan jelas dalam berapa tahun investasi itu bisa kembali,” kata dia.

Untuk itu, pemerintah saat ini tengah memperkuat kualitas penyiapan proyek, termasuk penyusunan studi kelayakan dan readiness criteria yang lebih kredibel, guna meningkatkan kepercayaan investor, terutama dari luar negeri.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap proyek tol Gilimanuk–Mengwi dapat kembali menarik minat investor saat tender ulang dibuka pada 2027.

Baca Juga: Pemerintah Lanjutkan Uji Coba MLFF, Pembayaran Tol Tanpa Sentuh Segera Berlaku

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×