kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Total Bangun Persada (TOTL) targetkan kontrak baru 2020 capai Rp 3 triliun


Senin, 06 Januari 2020 / 16:18 WIB
Total Bangun Persada (TOTL) targetkan kontrak baru 2020 capai Rp 3 triliun
ILUSTRASI. PE Total Bangun Persada Tbk (TOTL) di gedung TOTL, Jakarta Barat, Rabu (18/9)

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten konstruksi swasta,PT Total Bangun Persada Tbk menargetkan kontrak baru di tahun ini bisa naik 50% dibandingkan dengan tahun 2019 menjadi Rp 3 triliun.

Mahmilan Sugiyo, Corporate Secretary Total Bangun Persada mengatakan, untuk pendapatan dan laba bersih di tahun ini cenderung stagnan. Karena itu, perusahaan yang memiliki kode emiten TOTL ini bakal lebih fokus pada pembangunan konstruksi premium.

"Target kontrak baru, pendapatan dan laba pada tahun 2020 masing-masing sebesar Rp 3 triliun, Rp 2,3 triliun dan Rp 175 miliar. Target penandatanganan kontrak baru naik 50% tetapi pendapatan dan laba tidak mengalami kenaikan dari tahun lalu," jelas dia kepada Kontan.co.id, Senin (6/1).

Baca Juga: Kontrak Terganjal Perizinan, Kinerja Total Bangun Persada (TOTL) Ikut Tertekan

Mengintip laporan keuangan TOTL, pendapatan perusahaan di kuartal III-2019 sebesar Rp 1,95 triliun. Porsi dari penyewaan menjadi yang paling tinggi kenaikannya. 
Di mana pendapatan dari segmen sewa properti sebanyak Rp 10,4 miliar dan sewa peralatan mencapai Rp 5,5 miliar. Bila ditotal pendapatan sewa mencapai Rp 15,9 miliar atau naik 72,08% secara tahunan (yoy). 

Mahmilan melanjutkan, tahun ini proyek swasta juga masih akan mendominasi portofolio perusahaan. "Kalau proyek yang sedang dalam tahap tender saat ini adalah proyek bangunan multifungsi atau mixed use, hotel, apartemen, perkantoran dan edukasi," jelasnya tanpa merinci lokasi proyek yang diincar.

Baca Juga: Duh, Realisasi Kontrak Baru Emiten Konstruksi Masih Jauh dari Target

Untuk mendanai strategi sepanjang 2020, perusahaan properti ini mengalokasikan modal kerja sebesar Rp10 miliar yang dananya berasal dari kas internal. Terlebih sampai saat perusahaan belum akan menjajaki skema pendanaan lain.

"Kami tidak ada skema pendanaan lain, masih dari kas internal," pungkas dia.




TERBARU

Close [X]
×