kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Transaksi Rp 13 triliun per bulan, E-commerce kontributor baru ekonomi Indonesia


Kamis, 19 Desember 2019 / 11:03 WIB
Transaksi Rp 13 triliun per bulan, E-commerce kontributor baru ekonomi Indonesia
ILUSTRASI. Modalku bersama Tokopedia meluncurkan fitur Tempo, sebuah fasilitas pembiayaan bagi pemilik warung.

Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Industri e-commerce termasuk jenis industri yang mengalami pertumbuhan yang cukup positif dari tahun ke tahun karena bisa memberikan kemudahan dalam aktivitas sehari hari.

Pertumbuhan industri e-commerce juga tidak terlepas dari perilaku konsumen Indonesia yang menginginkan kecepatan dalam berbelanja dan sebagian besar konsumen Indonesia sudah mengerti cara menggunakan internet dan smart phone.

Baca Juga: Rasio permodalan bank di Indonesia paling tinggi se-Asia Tenggara bahkan dunia

Bank Indonesia bahkan menyebutkan pada tahun 2019 ini, jumlah transaksi e-commerce per bulannya mencapai Rp 11 triliun hingga Rp 13 triliun. Sedangkan, berdasarkan prediksi Mckinsey pertumbuhan e-commerce di Indonesia akan meningkat delapan kali lipat jika dibandingkan tahun lalu.

Mckinsey memperkirakan total transaksi e-commerce pada 2020 mencapai US$ 65 miliar, disamping itu e-commerce juga membantu industri UKM bisa berdaya saing dan Go Digital.

Berdasarkan riset Tempo Media mengenai e-commerce di Indonesia dengan metode survey kepada 1.027 responden yang mengunjungi website maupun aplikasi
e-commerce tahun ini, ditemukan hasil survei, pemain besar seperti Shopee, Tokopedia, Bibli dan Bukalapak masih mendominasi dan menjadi brand e-commerce yang paling digemari di Indonesia.

Baca Juga: Lelang online sekaligus berdonasi melalui aplikasi Youb.id

Ai Mulyani, Head of Research and Data Analysis Pusat Data dan Analisa Tempo mengatakan industri e-commerce mempunyai prospek yang cukup cerah dan bisa menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia. "Pertumbuhan industri e-commerce memang luar biasa dan termasuk kontributor baru bagi ekonomi Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (19/12)

Rezky Yanuar, Country Brand Manager Shopee Indonesia menambahkan saat ini Shopee memang menjadi pemain e-commerce yang paling dikenal di Indonesia. Mengacu pada data miliknya periode hari belanja nasional pada 12 Desember lalu, Shopee meraih Rp 1,3 triliun Gross Merchandise Value (GMV) hanya dalam waktu 24 jam dan 80 juta produk yang terjual.

"Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa Shopee ikut mendorong daya beli konsumen dan dan tentunya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Vice President of Business Development Bibli.com Wiliam Hadibowo mengatakan Bibli juga terus melakukan inovasi agar bisa diterima di pasar dan bisa bersaing di pasar e-commerce di Indonesia.

Baca Juga: Biayai diler mitra, Mercedes-benz dan Daimler gandeng Bank Danamon

Menurutnya, pasar e-commerce tidak akan menggantikan posisi ritel modern karena mempunyai target pasar berbeda dan keduanya sama sama tumbuh kedepannya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×