kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Unit RFCC Cilacap Pertamina mulai beroperasi


Jumat, 02 Oktober 2015 / 17:01 WIB
Unit RFCC Cilacap Pertamina mulai beroperasi


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Pertamina memastikan unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Cilacap telah mulai berproduksi yang ditandai dengan tetes pertama high octane mogas component (HOMC) dari unit tersebut pada 30 September 2015.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan proses start up unit terakhir di mana minyak mentah mulai diproses dilakukan pada 30 September 2015 sekitar pukul 19.25 WIB. Pada hari yang sama pukul 23.00 WIB RFCC mulai menghasilkan HOMC dengan kadar oktan lebih dari 93.

“Tetes pertama HOMC dari RFCC dimulai pukul 23.00 WIB dan tidak lama kemudian kapasitas produksinya kini mencapai sekitar 70% dari semula diperkirakan 25% terhadap target produksi HOMC sekitar 37.000 barel per hari. Ini suatu kemajuan besar dan dengan kemajuan ini RFCC Cilacap siap untuk diresmikan," kata Wianda dalam siaran pers, Jumat (2/10).

Dari produksi HOMC tersebut, sebagian besarnya diproses lebih lanjut untuk diproduksikan menjadi bahan bakar minyak jenis Premium. Saat ini, produksi Premium dari kilang Cilacap sebanyak 61.000 barel per hari. Dengan beroperasinya RFCC, produksi dari Kilang Cilacap akan menjadi 91.000 barel per hari atau naik 30.000 barel per hari.

"Selain memproduksi HOMC, RFCC Cilacap juga akan meningkatkan produksi LPG dari Kilang Cilacap menjadi 1.066 ton per hari dan produk baru propylene sebanyak 430 ton per hari," pungkas Wianda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×