Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan patungan dari dua anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yakni PT Bumi Etam Chemical (BEC) telah memulai pembangunan pabrik gasifikasi batubara menjadi metanol.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rilis yang dikutip dari Reuters Selasa (1/9/2026) mengatakan, pabrik tersebut akan ditargetkan memproduksi hingga 2 juta metrik ton gas per tahun dari batubara.
Proyek ini akan menggunakan hingga 7,78 juta ton batubara kualitas rendah untuk menghasilkan matanol, tambah Kementerian ESDM.
“Proyek ini merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional,” kata Wakil Menteri Energi Yuliot Tanjung pada acara peletakan batu pertama proyek tersebut.
Baca Juga: Kemenperin Ungkap Nasib Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta pada 2026
Asal tahu saja, proyek tersebut berlokasi di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) di Kutai Utara, Kalimantan Timur.
Lebih lanjut Yuliot mengatakan, output dari proyek tersebut diharapkan dapat menggantikan metanol impor yang digunakan dalam produksi biodiesel berbasis minyak sawit.
Indonesia mengimpor 1,3 juta ton metanol pada tahun 2025.
Proyek ini dikembangkan oleh Bumi Etam Chemical, perusahaan patungan antara dua anak perusahaan Bumi Resources, PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal.
Rio Supin, CEO Bumi Etam Chemical mengatakan, pihaknya ditargetkan mencapai commissioning pada tahun 2029.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














