kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Utilisasi pabrik ban truk Multisrada hanya 50%, ini penyebabnya


Minggu, 08 Juli 2018 / 19:34 WIB
ILUSTRASI. Produsen ban kendaraan roda empat dan roda dua, jenis passenger car radial (PCR


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terbitnya aturan Permendag No. 06 tahun 2018 tentang perubahan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 77 tahun 2016 tentang Ketentuan Impor Ban, membuat produsen ban PT Multisrada Arah Sarana Tbk (MASA) harus mengubah pola bisnisnya.

Direktur Pemasaran MASA Uthan Arif Sadikin mengakui, permendag baru tersebut tidak terlalu berpengaruh untuk produksi ban mobil dan ban motor. Bahkan ia optimistis produknya cukup solid dalam bersaing di pasar dalam negeri.

“Tapi ban truk dan bus ini yang tidak tahu bagaimana, lebih banyak impor,” katanya kepada Kontan.co.id pada Minggu (8/7).

Karenanya, di tahun ini, MASA sudah menurunkan utilisasi pabrik produsen ban truk dan bus. Arif mengungkapkan, produksi ban bus dan truk MASA di tahun ini hanya 50%. “Buat apa juga produksi banyak-banyak,” katanya.

Padahal ia meyakini, secara harga, ban bus dan truk yang diproduksi Multistrada sudah sangat bersaing dengan harga kompetitornya dari luar negeri.

Lain halnya untuk produksi ban mobil dan motor MASA. Arif menjelaskan, karena posisi pasar MASA di dalam negeri sudah cukup kuat untuk produk tersebut, maka utilisasi pabrik sudah cukup tinggi. “Motor 98% untuk mobil sekitar 88%,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×