kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Vale Indonesia optimis target produksi sebanyak 77.000 ton nikel tahun ini tercapai


Rabu, 18 Juli 2018 / 18:40 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Vale Indonesia (INCO) mencatatkan penjualan sebesar US$ 170,45 juta di sepanjang kuartal I-2018. Jumlah ini meningkat 18,41% jika dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 143,94 juta.

Beban pokok penjualan perusahaan ini juga meningkat 5,32% menjadi US$ 154,18 juta pada kuartal I 2018. Di tiga bulan pertama tahun lalu, beban pokok penjualan INCO nilainya US$ 146,39 juta. Meski begitu, INCO masih menorehkan laba bersih pada kuartal I 2018 sebesar US$ 6,83 juta.

Mengenai target total pendapatan sampai tutup buku 2018, Senior Manager of Communications PT Vale Indonesia, Budi Handoko enggan memberikan informasi. Hanya saja pada 2018 Menargetkan mampu memproduksi 77.000 ton nikel.

Sedangkan untuk belanja modal tahun 2018, Budi mengatakan besarannya sekitar US$ 95 juta. “Untuk perawatan rutin fasilitas, pergantian beberapa alat berat,” ujar Budi, Rabu (18/7).

Rencananya, perusahaan tambang nikel ini juga akan menggenjot kapasitas produksi. Tahun 2022, INCO menargetkan dapat memproduksi 90.000 ton per tahun. “Sekarang ini, smelter INCO memiliki kapasitas sekitar 77.000 hingga 80.000 ton per tahun,” kata Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×