kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.880   21,00   0,12%
  • IDX 6.220   92,34   1,51%
  • KOMPAS100 827   19,85   2,46%
  • LQ45 621   9,80   1,60%
  • ISSI 216   0,73   0,34%
  • IDX30 351   3,64   1,05%
  • IDXHIDIV20 429   2,47   0,58%
  • IDX80 94   1,47   1,58%
  • IDXV30 118   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 113   0,92   0,82%

Volume Penjualan Indocement (INTP) Naik 1,8% di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya


Selasa, 02 Juni 2026 / 09:58 WIB
Diperbarui Selasa, 02 Juni 2026 / 10:01 WIB
Volume Penjualan Indocement (INTP) Naik 1,8% di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya
ILUSTRASI. Pendapatan Indocement (INTP) turun 3,3% jadi Rp 3,84 triliun.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) merealisasikan kinerja kuartal I-2026 dengan perolehan volume penjualan keseluruhan (semen dan klinker) sebesar 4,44 juta ton, atau meningkat 1,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Mengutip siaran pers yang diterima pada Senin (1/6/2026), peningkatan volume penjualan pada periode awal 2026 didorong oleh ekspor yang melonjak 239% secara tahunan (YoY), sementara volume domestik turun 2,3%. 

Di sisi kinerja keuangan, INTP tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 3,84 triliun pada kuartal I-2026, atau turun 3,3% YoY, dari pendapatan sebear Rp 3,97 triliun pada periode Januari-Maret 2026. 

Baca Juga: Obligasi dan Sukuk Rp 1,36 Triliun Jatuh Tempo Agustus 2026, SMI Siapkan Kas

Penurunan pendapatan membuat beban pokok pendapatan perusahaan menyusut 3,9% menjadi Rp 2,74 triliun.  Hal ini menghasilkan margin laba bruto sebesar Rp1,10 triliun atau 28,6% dari Pendapatan Neto. 

Pada saat yang sama, beban usaha perusahaan meningkat 3% menjadi Rp872,5 miliar, yang disebabkan lonjakan biaya pengiriman atau transportasi yang lebih tinggi. 

Dengan demikian, perusahaan menghasilkan margin laba usaha sebesar 6,2% dan EBITDA sebesar 17,0% untuk periode kuartal I-2026. 

Pada akhirnya, laba periode berjalan INTP di kuartal I-2026 naik tipis sekitar 2,1% menjadi Rp215,2 miliar, dibandingkan Rp 210,7 miliar pada posisi yang sama tahun sebelumnya. 

Corporate Secretary INTP Dani Handajani mengatakan, meskipun pasar semen domestik meningkat pada kuartal I 2026, industri masih menghadapi ketidakseimbangan besar antara kapasitas terpasang dan permintaan domestik, yang menyebabkan tingkat utilisasi rendah. 

 

Di sisi lain, lonjakan harga energi baru-baru ini akibat dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga diperkirakan akan semakin menekan daya beli yang lemah, sementara belanja untuk proyek baru juga mungkin diperketat. 

“Oleh karena itu, industri harus terus memaksimalkan seluruh aspek aktivitas operasional serta mengoptimalkan jaringan distribusi dan logistik,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×