Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grup Djarum dikabarkan tengah menjajaki akuisisi merek kecap Bango dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), memperluas ekspansi bisnisnya di sektor fast moving consumer goods (FMCG).
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak sehingga informasi tersebut masih sebatas kabar yang beredar di pasar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh KONTAN dari sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, bisnis FMCG Grup Djarum yang berada di bawah naungan Savoria Group disebut berminat mengambil alih merek kecap Bango, salah satu aset makanan terbesar milik Unilever Indonesia.
Manajemen Savoria Group tidak membenarkan maupun membantah kabar tersebut. "Mohon maaf, kami tidak bisa memberikan komentar untuk saat ini," ujar manajemen Savoria Group kepada KONTAN, Jumat (17/7).
Baca Juga: Cuan Grup Djarum dari Si Como
Apabila transaksi tersebut terealisasi, ini akan menjadi akuisisi kedua yang dilakukan Savoria Group terhadap aset Unilever Indonesia.
Sebelumnya, pada kuartal I-2026, PT Savoria Kreasi Rasa mengakuisisi merek teh SariWangi beserta fasilitas produksinya di Cikarang dengan nilai transaksi sekitar Rp1,5 triliun.
Akuisisi Bango juga akan memperluas portofolio bisnis Savoria di sektor makanan dan minuman. Saat ini, perusahaan telah memiliki sejumlah merek, antara lain BonChef, Kopi Tubruk Gajah, MilkLife, Fox's, Caffino, 5 Days, Krizzi, Hydroplus, dan SariWangi.
Dalam keterangan resmi yang dirilis pada 5 Mei 2026, Savoria menyatakan terus menjalankan strategi pengembangan produk secara agresif dengan orientasi pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Tahun ini, perusahaan juga mendirikan PT Global Dairi Bersama untuk mengembangkan industri susu melalui proyek peternakan sapi perah di Brebes, Jawa Tengah, seluas 710 hektare dengan kapasitas hingga 30.000 ekor sapi perah.
Baca Juga: Dihantui Trauma Masa Lalu, Grup Djarum Rajin Ekspansi, Kini Bangun Peternakan Sapi
Sementara itu, PT Unilever Indonesia Tbk belum memberikan tanggapan atas informasi mengenai rencana divestasi Bango.
Bango merupakan salah satu merek kecap terbesar di Indonesia yang telah hadir sejak 1928. Unilever mengakuisisi merek tersebut pada 2001. Berdasarkan data pasar pada 2025, Bango menguasai sekitar 40% pangsa pasar kecap nasional.
Riset analis Bahana Sekuritas, Raja Abdalla dan Reinard Tanukusuma, memperkirakan valuasi bisnis Bango bersama Royco mencapai sekitar Rp 19,16 triliun atau setara 13 kali enterprise value terhadap EBITDA (EV/EBITDA) tahun 2025.
Kedua merek tersebut juga disebut menyumbang sekitar 27% pendapatan Unilever Indonesia atau sekitar Rp 8,98 triliun, dengan margin EBITDA sebesar 16,4%.
Baca Juga: Kinerja Emiten Grup Djarum Tak Semuanya Harum
Apabila divestasi Bango benar terlaksana, langkah tersebut akan melanjutkan pelepasan sejumlah bisnis makanan dan minuman Unilever Indonesia, setelah sebelumnya melepas bisnis es krim pada akhir 2025 dan merek teh SariWangi pada kuartal I-2026.
Strategi tersebut dinilai sejalan dengan Growth Action Plan Unilever Global yang mengarahkan perusahaan untuk merampingkan portofolio bisnis makanan dan memperkuat fokus pada segmen beauty, personal care, dan home care.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
