Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) menilik peluang pertumbuhan permintaan offshore support vessel (OSV) di awal 2026.
Investor Relations WINS, Pek Swan Layanto, mengungkapkan bahwa ketegangan di kawasan Laut Merah dan Timur Tengah sejauh ini belum memberikan dampak material terhadap operasional perusahaan.
Model bisnis offshore yang dijalankan WINS relatif tidak terdampak oleh gangguan rute pelayaran global. Berbeda dengan kapal tanker atau kargo, armada offshore bekerja berbasis kontrak time charter.
Baca Juga: Wintermar Offshore (WINS) Bidik Utilisasi 70% pada 2026, Fokus Efisiensi dan Ekspansi
“Ketegangan geopolitik di kawasan Laut Merah/Timur Tengah hingga saat ini belum berdampak material terhadap keseluruhan operasional perusahaan,” ujar Pek, kepada Kontan.co.id, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, kenaikan harga minyak yang dipicu ketegangan global justru menjadi katalis positif bagi industri. Sebab, kondisi ini ikut mendorong percepatan proyek eksplorasi minyak dan gas.
WINS juga melihat prospek tarif yang terus menguat dalam jangka menengah hingga panjang. Meningkatnya aktivitas eksplorasi dan keterbatasan pasokan armada OSV secara global, menjadi faktor pendorong utama kenaikan tarig.
Dari sisi operasional, WINS juga mencatat peningkatan kapasitas armada high tier. Sejak Desember 2025, perusahaan telah mengoperasikan tujuh unit kapal high tier, meningkat dari sebelumnya lima unit.
“Hal ini memberikan dampak positif, baik dari sisi volume maupun kontribusi pendapatan,” imbuhnya.
Baca Juga: Wintermar Offshore (WINS) Efek Eskalasi Konflik Iran Israel, Bisa Kerek Tarif Kapal
WINS belum bisa membeberkan realisasi kinerja kuartal I-2026. Sepanjang 2025, perusahaan mencatatkan perolehan pendapatan sebesar US$ 81,31 juta, turun tipis 1,26% dibandingkan US$ 82,36 juta pada tahun sebelumnya.
Dari sisi laba bersih, WINS tercatat membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 20,03 juta. Angka ini lebih rendah 12,27% dibandingkan US$ 22,49% di tahun 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













