Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yellow Stone Management Pte Ltd memperluas jaringan bisnis di Indonesia untuk membuka peluang kerja sama lintas negara antara pelaku usaha Indonesia dan Singapura.
Perusahaan business advisory berbasis Singapura itu membangun hubungan dengan calon klien, perusahaan lokal, mitra strategis, serta penyedia layanan profesional di Indonesia.
Director Yellow Stone Management Xu Zhentao mengatakan, Indonesia dan Singapura memiliki karakteristik ekonomi yang saling melengkapi. Indonesia memiliki pasar domestik dan potensi pertumbuhan yang besar, sedangkan Singapura memiliki ekosistem bisnis serta konektivitas internasional.
"Indonesia dan Singapura memiliki kekuatan yang saling melengkapi," ujar Xu dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Baca Juga: TelkomGroup Bangun Sistem Kabel Laut NCC, Perkuat Diplomasi Indonesia-Singapura
Menurut Xu, kerja sama lintas negara tidak cukup hanya melalui perkenalan antarpelaku usaha. Pelaku bisnis perlu memahami karakteristik pasar, kebutuhan calon mitra, serta kesesuaian model bisnis sebelum membangun kerja sama.
Untuk itu, Yellow Stone Management memetakan kebutuhan calon klien dan mitra sebelum menghubungkan mereka dengan jaringan bisnis yang dinilai relevan.
Dalam pengembangan jaringan di Indonesia, perusahaan mempertimbangkan kesesuaian bisnis, pengalaman industri, kapabilitas pasar, jaringan, serta potensi kolaborasi berkelanjutan.
Jaringan tersebut diarahkan untuk membuka peluang business matching, kemitraan strategis, akses pasar baru, dan proyek bisnis lintas negara.
Baca Juga: AllianzGI Akuisisi UOB Asset Management SGD 555 Juta, Bidik Pasar Asia Tenggara
Penguatan jaringan di Indonesia juga ditujukan untuk membantu perusahaan Singapura memahami pasar Indonesia sekaligus membuka akses perusahaan Indonesia ke jaringan bisnis regional dan internasional.
Ke depan, Yellow Stone Management akan menilai pengembangan jaringan berdasarkan keberlanjutan hubungan bisnis dan potensi terbentuknya kemitraan komersial, bukan sekadar jumlah pertemuan atau perkenalan bisnis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














