: WIB    —   
indikator  I  

Akhir 2017 akan ada banyak lelang lahan tambang

Akhir 2017 akan ada banyak lelang lahan tambang

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumner Daya Mineral (ESDM) siap melelang beberapa blok wilayah pertambangan. Di antaranya, delapan wilayah pertambangan eks PT Vale Indonesia Tbk. Dan juga, lahan tambang timah eks PT Koba Tin. Juga Blok Wabu, yang sepatutnya dilepas oleh PT Freeport Indonesia (PTFI).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan, rencananya akan ada delapan WIUPK dari lahan yang telah dikembalikan Vale tersebut. "Semuanya dilelang. Semoga bisa tahun ini," katanya, di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (12/10).

Namun, Bambang belum bisa memastikan kapan waktu tepatnya proses lelang tersebut akan dimulai. Pasalnya, saat ini kegiatan lelang masih dalam pengkajian. Khususnya berkenaan dengan administrasinya.

Bambang mengaku sejauh ini belum ada pihak yang menyatakan secara langsung tertarik pada delapan blok tersebut. Namun, prioritas utama tetap untuk pemerintah melalui BUMN atau BUMD.

Dia bilang, apabila yang berminat lebih dari satu, maka lelang bisa dilakukan. Apabila hanya satu yang berminat, maka bisa langsung ditunjuk pemerintah.

Asal tahu saja, total lahan eks Vale yang dikembalikan kepada pemerintah mencapai 72.074,66 hektare (ha). Pengembalian tersebut berdasarkan kesepakatan yang tertuang dalam amendemen Kontrak Karya (KK) Vale yang diteken pada Oktober 2014. Dalam amendemen tersebut, Vale sepakat untuk mengurangi wilayahnya dari 190.510 ha menjadi 118.435 ha.

Sebelumnya, memang sudah ada rencana hanya 30.309,48 ha yang akan ditetapkan statusnya menjadi delapan WIUPK untuk dikelola kembali. Sementara sisanya masih berstatus wilayah pencadangan negara (WPN).

Lalu, Bambang menambahkan berkenaan dengan lahan tambang timah eks Koba Tin juga akan dilelang tahun ini. Nantinya, pemenang lelang akan berkewajiban menyelesaikan reklamasi pasca tambang yang saat ini belum diselesaikan oleh Koba Tin.

"Sekarang sedang kita tentukan mekanismenya, nilainya. Nanti pemenang lelang yang akan bertanggung jawab (reklamasi). Memakai uang jaminan dari Koba Tin," jelasnya.

Sementara untuk Blok Wabu, yang saat ini dipegang oleh Freeport Indonesia belum diserahkan kepada pemerintah. Hal itu baru bisa dilakukan lelang apabila Freeport sudah berstatus Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang otomatis akan memangkas lahan pertambangan dan hanya mendapat besaran sampai 25.000 hektare.

"Belum (akan dilelang), kan harus diserahkan dan penilaian dulu," tandasnya.

Ketua Indonesian Mining Association (IMA) Ido Hutabarat menilai sangat baik apabila pemerintah mulai melakukan lelang atas wilayah-wilayah pertambangan yang sudah dikembalikan ke negara. Menurutnya, hal tersebut akan kembali menarik investasi di sektor tersebut.

"Kalau memang pemerintah akan segera melakukan lelang, kami sangat mengapresiasi," tandasnya.


Reporter Pratama Guitarra
Editor Rizki Caturini

TAMBANG DAN ENERGI

Feedback   ↑ x
Close [X]