: WIB    —   
indikator  I  

Aprindo yakin prospek ritel ke depan lebih cerah

Aprindo yakin prospek ritel ke depan lebih cerah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten ritel terus menggenjot penjualan di sisa tahun ini dengan membuka gerai baru. Padahal, kinerja industri ritel pada semester I 2017 menunjukkan adanya tren perlambatan.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat pertumbuhan ritel hanya di angka 3,7% pada semester I 2017. Angka tersebut cukup jauh jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang ada di atas 10%.

Kendati begitu, Aprindo meyakini, sampai akhir tahun nanti industri ritel bakal berbenah. Roy N. Mandey, Ketua Umum Aprindo bilang, selain karena ada faktor musiman seperti Natal dan Tahun Baru, kondisi ekonomi domestik dalam negeri juga menjadi salah satu faktor yang akan menopang pertumbuhan industri ritel.

Mengacu data Bank Indonesia (BI), Indeks Penjualan Riil (IPR) untuk penjualan eceran pada Agustus 2017 tumbuh 2,2% secara year on year (yoy). Selanjutnya, pada bulan September 2017, penjualan eceran tumbuh 2,4% (yoy).

"Ada peningkatan walaupun tipis. Gambaran ini menunjukkan keyakinan konsumen untuk konsumsi ada perbaikan," kata Roy kepada Kontan.co.id, Jumat (13/10).

Roy optimistis kinerja industri ritel sampai akhir tahun nanti akan membaik. Faktor lain yang akan jadi penunjang di antaranya adalah inflasi yang terjaga. Sampai akhir tahun, pihaknya membidik pertumbuhan bisnis di industri ritel setidaknya sama seperti tahun lalu, yakni di angka 9%.

Guna menggenjot penjualan, beberapa perusahaan ritel terus berekspansi dengan menambah gerai di beberapa titik lokasi di sisa tahun ini. Mereka juga mengincar konsumen dari momen Natal dan Tahun Baru. 

 


Reporter Klaudia Molasiarani
Editor Rizki Caturini

RITEL

Feedback   ↑ x
Close [X]