kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • SUN103,07 -0,13%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Astuin: Agar efisien, kapal angkut ikan seharusnya tidak perlu dibatasi

Rabu, 14 Februari 2018 / 19:47 WIB

Astuin: Agar efisien, kapal angkut ikan seharusnya tidak perlu dibatasi
ILUSTRASI. Nelayan Memindahkan Ikan Laut
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kapal angkut ikan dinilai perlu lebih efisien untuk menjaga harga produk perikanan agar tidak tinggi. Pembatasan ukuran kapal angkut perikanan dinilai menurunkan efisiensi biaya.

"Kapal angkut seharunya tidak perlu dibatasi ukurannya untuk menjaga efisiensi biaya," ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi Tuna Indonesia (Astuin), Hendra Sugandhindhi, Rabu (14/2).

Hendra bilang saat ini terdapat pembatasan kapasitas kapal angkut. Ukuran kapal angkut ikan dibatasi maksimal sebesar 150 gross tonnage (GT) hingga 200 GT.

Selain itu Hendra bilang pemerintah perlu memfokuskan pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpad (SKPT). SKPT dinilai perlu untuk membangun industri perikanan dari hulu hingga hilir.

Hendra menegaskan lokasi SKPT tidak perlu terletak di banyak tempat. Namun, SKPT harus menghitung potensi sumber daya perikanan serta kebutuhan kapal penangkap.

"Tidak perlu terlalu banyak dibangun SKPT tapi fokus dua sampai tiga SKPT secara tuntas dan dihitung secara cermat berapa kebutuhan kapal penangkap ikan yang disesuaikan dengan potensi sumber daya ikannya," terang Hendra.

Penghitungan potensi sumber daya ikan menjadi hal yang penting bagi penempatan industri hilir perikanan. Selain potensi sumber daya perikanan, masih banyak hal yang perlu dipersiapkan.

Asal tahu saja, selama ini industri hilir perikanan lebih banyak di Indonesia barat sementara populasi ikan berada di Indonesiantimur. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Budhi Wibowo banyak hal perlu dipersiapkan dalam rangka merelokasi industri hilir.

"Relokasi perlu perhitungan yang matang karena perlu investasi, ketersediaan bahan baku secara terus menerus di daerah tersebut, ketersedian infrastruktur, pelabuhan, ketersediaan angkutan untuk ekspor, ketersediaan tenaga kerja, dan lainnya," jelas Budhi.


Reporter: Abdul Basith
Editor: Sofyan Hidayat

AGRIBISNIS

Berita terbaru Industri

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
26 March 2018 - 27 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]