Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan ekonomi global, dinamika geopolitik, dan percepatan transformasi teknologi mendorong pelaku usaha di Indonesia menata ulang strategi bisnis mereka pada 2026. Tantangan tersebut menjadi fokus pembahasan dalam forum Business & Legal Outlook 2026 yang digelar oleh ET-Asia bersama HIPMI Jaya dan sejumlah mitra industri.
Direktur Operasional ET-Asia Deasy Widiantie mengatakan, forum ini dirancang sebagai ruang dialog strategis bagi pengambil keputusan untuk membaca arah kebijakan dan risiko usaha ke depan.
“Di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, dunia usaha perlu ruang untuk membaca arah dan menyusun langkah secara lebih terukur,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (14/2/2026).
Managing Partner Delapan Capital, Eureka Bastian menilai 2026 akan diwarnai tekanan eksternal mulai dari dinamika geopolitik, kebijakan ekonomi Amerika Serikat, hingga volatilitas suku bunga dan komoditas.
Baca Juga: Geber Ekonomi Saat Puasa dan Lebaran, Pemerintah dan Peritel Gelar Program Belanja
“Pelaku usaha membutuhkan strategi yang terukur dan perspektif lintas sektor untuk membaca risiko sekaligus menangkap peluang,” katanya.
Dari sisi regulasi, Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi Herbert Siagian menilai koperasi berpotensi kembali menjadi pemain penting dalam perekonomian.
“Di tahun 2026 dan seterusnya akan muncul pemain lama dengan strategi baru, yakni koperasi, yang berpotensi menjadi game changer,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menekankan pentingnya inklusivitas dalam strategi BUMN agar tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
“BUMN tidak bisa bekerja sendiri. Harus inklusif dan memiliki strategi inklusivitas yang kuat,” katanya.
Baca Juga: Larangan Truk Logistik Saat Libur Dinilai Menekan Ekonomi
Isu transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi sorotan. Managing Partner LegalNext Attorneys at Law Joddy Mulyasetya menilai perkembangan AI menuntut kesiapan tata kelola dan kepatuhan yang lebih matang dari korporasi.
“AI membuka peluang baru, tetapi juga menuntut kesiapan regulasi dan manajemen risiko yang lebih serius,” ujarnya.
Forum ini juga membahas prospek sektor sumber daya alam dan energi, termasuk strategi pembiayaan hijau serta kepastian hukum dalam transisi energi. Dari sisi investasi, pelaku usaha didorong untuk mengombinasikan pendekatan konservatif dan adaptif dalam menghadapi ketidakpastian global.
Dengan menghadirkan regulator, korporasi, sektor keuangan, dan praktisi hukum, Business & Legal Outlook 2026 diposisikan sebagai ruang pembacaan arah kebijakan dan strategi bisnis di tengah tekanan eksternal yang masih berlanjut. ET-Asia menyebut forum serupa akan kembali digelar untuk menyesuaikan pembahasan dengan perkembangan ekonomi dan regulasi terbaru.
Baca Juga: Ekonomi Digital Tumbuh Pesat, Tantangan Inovasi Masih Membayangi
Selanjutnya: BTN Bidik 100 Digital Store hingga 2027, Tambah Gerai di Central Park, Jakarta
Menarik Dibaca: Kadar Asam Urat Tinggi? Coba 5 Minuman Ini Tiap Pagi!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)