: WIB    —   
indikator  I  

Badai krisis memperkuat sayap Rajawali

Badai krisis memperkuat sayap Rajawali

JAKARTA. Kepakan sayap bisnis Rajawali Corpora tak hanya mengitari Nusantara. Daya jelajah Rajawali menjangkau negeri Jiran Malaysia. 
Yang terakhir, pada Mei 2016, perusahaan milik taipan Peter Sondakh itu meluncurkan St Regis Hotels & Resorts di Langkawi, Malaysia. Resort mewah senilai US$ 100 juta itu memperkokoh bisnis Rajawali Corpora di Malaysia. Melalui Rajawali Property, ia juga menjalin kerjasama dengan operator hotel, Starwood Resorts and Hotelstuk  mengelola Sheraton Imperial di Kuala Lumpur, Malaysia. 

Tak ketinggalan di dalam negeri, Rajawali Property telah menguasai enam hotel berbintang lima serta perkantoran Capital Place. Ini adalah proyek kerjasama Rajawali Property dengan Government of Singapore Investment Fund (GIC). "Sektor properti merupakan sektor penting bagi Rajawali Corpora karena memberikan pendapatan yang stabil," kata Shirley Tan, Chief Executive Officer (CEO) Rajawali Property Group kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Beragam aksi korporasi yang dilakukan anak usaha tersebut, sukses membawa keuntungan bagi sang pemilik, Peter Sondakh. Forbes memperkirakan, nilai kekayaan Peter Sondakh tahun 2016 mencapai US$ 1,8 miliar, naik 240% dibandingkan satu dekade sebelumnya yang senilai US$ 530 juta.

Jelas tak mudah bagi Rajawali Corpora menjangkau pencapaian kekayaan tersebut. Ibarat burung, ada banyak angin kencang bahkan badai yang harus dilewati agar bisa berdiri tegak di puncak kesuksesan. 

Namun, badai dan angin kencang justru membuat sayap Rajawali semakin kokok dan kuat. "Rajawali memiliki sayap yang lebih besar dari tubuhnya, sehingga memiliki stabilitas yang besar, dan mampu terbang berkesinambungan," ungkap Peter Sondakh, pendiri Rajawali Corpora kepada KONTAN, pertengahan September 2016.  


Reporter Asnil Bambani Amri, Eldo Christoffel Rafael, Pamela Sarnia, Yusuf I Santoso
Editor Rizki Caturini

LIPUTAN KHUSUS

Feedback   ↑ x
Close [X]