: WIB    —   
indikator  I  

Bayu Buana lebih serius di bisnis umrah

Bayu Buana lebih serius di bisnis umrah

KONTAN.CO.ID - PT Bayu Buana Tbk optimistis, target pendapatan tahun ini akan tercapai. Berbagai upaya dilakukan perusahaan travel ini. Dari segi promosi, Bayu Buana akan terus gencar mengikuti travel fair dan melakukan single travel fair sendiri.

Direktur Utama Bayu Buana Agustinus Kasjaya Pake Seko menjelaskan, sampai saat ini, realisasi kontribusi pendapatan masih sesuai target atau on track. Bayu Buana menargetkan kontribusi pendapatan lewat travel ritel 35%. Dari jumlah tersebut, antara 10% sampai 15% berasal dari travel umrah.

Agar dapat bersaing, Bayu Buana menawarkan dua paket produk kepada konsumen. "Kami sangat bersaing. Kita mempunyai dua produk, low cost dan full service. Tapi bukan berarti yang low cost itu murahan," ujar Agustinus, saat dihubungi KONTAN, Minggu (10/9).

Selain itu, supaya jangkauan pasar semakin luas, Bayu Buana akan membuka delapan cabang sampai tahun 2018 mendatang. Tahun ini, sudah ada dua cabang yang terealisasi, yakni berlokasi di kawasan Bintaro dan Pekanbaru. Cabang Pekanbaru sudah dibuka pada 15 Agustus 2017 lalu dan cabang Bintaro akan dibuka sebelum akhir tahun 2017.

Mencuatnya kasus penipuan perjalanan umrah yang dilakukan oleh First Travel turut memberikan dampak bagi para pelaku usaha travel, termasuk Bayu Buana. Reputasi travel umrah di mata masyarakat menjadi tercoreng.

Meski begitu, Bayu Buana menjamin bahwa perusahaan travel yang dikelolanya sangat berpengalaman. Ditambah, Bayu Buana sudah menjadi perusahaan publik, sehingga lebih terawasi oleh berbagai pihak yang berwenang.

Pengembangan bisnis umrah juga menjadi salah satu cara Bayu Buana mengejar kinerja tahun 2017. Perusahaan berkode saham BAYU di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mengincar pendapatan 24% lebih tinggi ketimbang tahun lalu yang sebesar Rp 1,61 triliun.

Bayu Buana menggeber bisnis perjalanan umrah dengan target menjajakan 5.000 paket perjalanan umrah untuk periode November 2017 hingga Mei 2018. Meski baru melakoni bisnis perjalanan umrah sejak tahun lalu, Bayu Buana yakin mampu memenuhi target. "Pasar untuk bisnis umrah ini sangat besar," kata Agustinus.

Sembari mengejar kinerja 2017, Bayu Buana merintis bisnis baru dalam bidang properti. Mereka ingin membangun hotel dan perkantoran. "Tahun ini fokus akuisisi lahan dulu, pembangunan baru akan kami lakukan sesuai dengan perkembangan pasar," terang Agustinus.

Tahun ini Bayu Buana menargetkan pendapatan Rp 1,9 triliun. Hingga semester I-2017, Bayu Buana sudah mengantongi pendapatan sebesar Rp 837,16 miliar, naik 12,84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 742 miliar.

Pendapatan tersebut berasal dari tiket nonkeagenan Rp 555,35 miliar, tiket keagenan Rp 3,85 miliar dan tur Rp 154,66 miliar. Lalu hotel Rp 76,01 miliar, dokumen Rp 15,15 miliar dan lain-lain sebesar Rp 32,13 miliar.


Reporter Dina Mirayanti Hutauruk, Ivana Wibisono
Editor Rizki Caturini

UMRAH

Feedback   ↑ x
Close [X]