: WIB    --   
indikator  I  

Bigo Live akan gandeng operator lokal

Bigo Live akan gandeng operator lokal

JAKARTA. Aplikasi penyedia live streaming online video, Bigo Live merencanakan akan bekerja sama dengan operator telekomunikasi di Tanah Air. Hal itu menjadi salah satu strategi perusahaan itu untuk mengenalkan konten layanan mereka. Dengan kerja sama tersebut, Bigo Live akan meluaskan marketing ke pengguna layanan telekomunikasi masing-masing perusahaan.

Teng Yee Kiong Direktur Global Marketing PT Bigo Pte Ltd mengatakan hal itu untuk menambah jumlah pengguna Bigo Live di Indonesia. Saat ini pengguna Bigo Live di Indonesia diklaim telah mencapai angka 10 juta.

Bigo Live mengharapkan angka tersebut akan terus bertambah seiring dengan promosi yang dilakukan manajemen. "Iya, itu pasti. Kami tidak menargetkan berapa, tapi sebanyak-banyaknya. Kami akan bekerja sama dengan operator," ujar Teng Yee Kiong dalam paparannya di Jakarta, Jumat (13/1).

Sayangnya, Teng Yee belum dapat menyatakan dengan siapa proses kerja sama tersebut akan dilakukan. Termasuk realisasi waktu kerja sama tersebut nantinya. Apakah akan mulai berjalan efektif mulai kuartal pertama ataupun kuartal kedua. "Kami lihat nanti ya, namanya juga baru mulai lagi," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, aplikasi tersebut sebelumnya terkena kartu merah dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hal itu dikarenakan banyak masyarakat yang memberikan laporan negatif mengenai konten Bigo Live yang menyimpang.

Pemerintah akhirnya memblokir aplikasi tersebut, sampai pihak manajemen memenuhi persyaratan yang diminta. Kini Bigo Live lalu memenuhi persyaratan tersebut.

Diantaranya, membentuk tim yang khusus menyaring konten-konten pornografi, berbau SARA, dan konten ilegal. Dalam proses menyaring informasi tersebut, Bigo Live memiliki 30 orang yang terbagi menjadi 3 shift.

Tim tersebut bekerja penuh selama 24 jam, dan mengawasi konten dari akun-akun yang ada. Selain itu, Bigo Live juga harus memiliki kantor representatif di Indonesia. Kini Bigo Live berkantor di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Pengawasan di Indonesia, bukan hanya dilakukan oleh kantor representatif di Indonesia. Namun, juga dipantau langsung oleh ratusan karyawan Bigo Live di kantor pusat China.

Dalam satu hari, setidaknya tim tersebut bisa mendapati 200-300 akun dari Indonesia yang di banned. Hanya saja, belum ada catatan pasti dari manajemen mengenai jumlah akun yang diperiksa setiap harinya di Indonesia.

Untuk ukuran global, manajemen memindai setidaknya 70 juta gambar, dalam bentuk screenshot setiap hari. "Kami periksa sebanyak-banyaknya akun. Dalam memonitoring Bigo Live menggunakan artificial intelligent," terang Country Manager Bigo Live Steven Zhang dalam keterangan tertulis.

Katanya, selanjutnya Bigo ingin membantu mempromosikan Indonesia. Tidak hanya lokasi wisata, namun juga budaya. Termasuk mempromosikan UKM baik small maupun medium enterprise di Indonesia.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangarepan mengatakan tak ada alasan bagi Kominfo memblokir Bigo bila perusahaan sudah berniat baik. Kominfo mendukung Bigo mengembangkan bisnis di Indonesia asalkan tidak mengandung konten porno.


Reporter Dede Suprayitno
Editor Adi Wikanto

TELEKOMUNIKASI

Feedback   ↑ x