| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.368
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Bisnis solar AKR Corporindo makin melar

Selasa, 09 Januari 2018 / 12:33 WIB

Bisnis solar AKR Corporindo makin melar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk optimistis tahun ini prospek bisnis penjualan bahan bakar minyak (BBM) kian prospektif. Senin, 8 Januari 2018 kemarin, AKR mendapat kepastian penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan BBM jenis solar.

Bahkan, kali ini AKR Corporindo menggenggam mandat distribusi untuk periode hingga lima tahun ke depan. Perusahaan yang tercatat dengan kode saham AKRA di Bursa Efek Indonesia tersebut harus menyalurkan 205.000 kiloliter (kl) solar per tahun.

Sejalan dengan mandat penugasan tersebut, AKR Corporindo akan menambah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU). "Kami akan membangun lebih banyak SPBU karena sudah dapat kepastian penugasan selama lima tahun," kata Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk, di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Senin (8/1).

Namun, belum terang-benderang rencana ekspansi SPBU AKR Corporindo. Karena masih harus mematangkan rencana, mereka belum bisa membeberkan jumlah SPBU yang akan mereka tambah.

Menurut materi paparan publik 29 Agustus 2017, sejak tahun 2010, AKR Corporindo ditunjuk sebagai penyalur BBM bersubsidi oleh BPH Migas. Sejak itu pula perusahaan ini mulai mendirikan SPBU dengan merek AKR. AKR Corporindo menjadi satu-satunya perusahaan swasta non BUMN yang mendapatkan tugas itu.

AKR Corporindo juga berencana membangun enam lembaga penyalur BBM Satu Harga. Sebagai badan usaha yang mendapatkan penugasan untuk menyalurkan solar, AKR memang wajib turut membangun titik penyalur BBM Satu Harga yang merupakan program pemerintah.

Tahun lalu, AKR Corporindo sudah membangun tiga titik lembaga penyalur BBM Satu Harga. "Tahun ini target Satu Harga ada enam lagi, jadi total sembilan untuk Satu Harga," kata Haryanto.

 

Kongsi dengan BP

Selain rencana ekspansi yang terkait dengan penugasan pemerintah, AKR Corporindo juga berniat membangun 17 SPBU non subsidi pada tahun ini. Target lokasi pembangunannya di tiga kota, yaitu Jakarta, Surabaya dan Bandung.

Ekspansi tersebut merupakan bagian dari realisasi kerja sama antara anak perusahaan AKR Corporindo yaitu PT Anugerah Krida Retailindo dengan BP Global Investments Limited. Tahun lalu keduanya sepakat kongsi dalam distribusi BBM ritel dan bahan bakar penerbangan. "Itu yang nanti joint dengan BP," tutur Haryanto.

Kembali mengintip materi paparan publik, AKR Corporindo memiliki 129 lokasi SPBU untuk kendaraan bermotor maupun nelayan hingga Juni 2017 lalu.

Selain sektor ritel, AKR Corporindo juga menyasar pasar industri BBM. Bahkan porsinya dominan yaitu sampai 90%. Sektor yang mereka bidik yakni tambang batubara, pasar umum, pembangkit listrik dan non-tambang batubara. Kalau jenis BBM yang mereka jajakan secara keseluruhan meliputi solar, bensin RON 92, fuel oil dan industrial oil.

Dalam pemberitaan KONTAN sebelumnya, AKR Corporindo menyebutkan alokasi dana belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 1,5 triliun–Rp 2 triliun pada tahun ini. Sumber belanja modal berasal dari kas internal.

AKR Corporindo akan memanfaatkan dana belanja modal tersebut untuk investasi pembangunan terminal tangki penyimpanan, SPBU serta logistik bisnis petroleum dan kimia. Anggaran dalam bisnis petroleum misalnya mencakup investasi SPBU ritel bersama dengan BP tadi.

 


Reporter: Febrina Ratna Iskana
Editor: Sanny Cicilia

AKSI KORPORASI

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0740 || diagnostic_web = 0.3077

Close [X]
×