: WIB    —   
indikator  I  

DJI Spark siap meluncur pasar Indonesia

DJI Spark siap meluncur pasar Indonesia

JAKARTA. Sekarang ini menerbangkan drone bukan lagi menjadi sesuatu yang menakutkan atau susah dilakukan. Terutama sejak DJI, perusahaan China yang berpusat di Shenzhen, meluncurkan DJI Spark.  Drone mungil yang baru saja diluncurkan 3 minggu lalu di Amerika ini memang didesain bisa diterbangkan dan dikontrol dengan sangat mudah.

Tak menunggu lama, DJI pun meluncurkan DJI Spark di Indonesia Rabu (7/6).  “Kami tidak bisa bicara angka karena penjualan di Indonesia kan baru akan dimulai. Tapi dari launching di Amerika, kami bisa melihat konsumen sangat antusias,” terang Kevin On Direktur Komunikasi DJI.  

Tapi untuk saat ini, para pembeli di Jakarta baru bisa melakukan pre order DJI Spark. “Kami perkirakan pengiriman pertama di awal Juli,” tutur Kevin.  DJI rupanya ingin melihat seberapa antusias pasar Indonesia terhadap drone untuk “kelas pemula” ini. Paket DJI Spark standard yang berisi unit drone, baterai‎, charger USB, dan 3 pasang baling-baling akan dihargai Rp 7,999 juta.

Berencana menangkap pasar yang lebih besar, DJI pun menggandeng Erajaya Swasembada Tbk. Sebagai ritel seluler, perangkat telekomunikasi, dan elektronik besar, Erajaya diharapkan bisa melipatgandakan penjualan drone di Indonesia. Walau tidak di semua cabang Erajaya menjual drone DJI, tapi paling tidak ada tambahan puluhan toko menjual drone DJI di Indonesia.  “DJI akan ada di megastore kami,” tutur Hasan Aula CEO PT Erajaya Swasembada Tbk.

Saat ini DJI masuk ke Indonesia lewat dealer yang juga membuka beberapa outlet saja. “Ini strategi yang berbeda. Sekarang kami menggandeng Erajaya untuk jadi distributor,” terang Kevin. Walau outlet masih terbatas, Kevin mengakui pasar Indonesia adalah salah satu pasar terbesar DJI di Asia Pasifik. “Ada banyak komunitas penerbang drone di Indonesia yang sangat aktif dan membantu,” tambah Kevin.

 

Menerbangkan drone dengan gerakan tangan

Sangat pantas DJI optimistis bisa menggandakan penjualan drone di Indonesia, karena produk terbarunya DJI Spark sangat mudah diterbangkan. DJI Spark sengaja didesain untuk menjadi drone yang mudah dikontrol, bahkan hanya dengan gerakan telapak tangan.

Fitur terbaru ini memungkinkan pengguna mengendalikan drone untuk meluncur terbang, naik menjauh, mengambil foto selfie, dan terbang kembali mendekat hanya dengan gerakan tangan tertentu. Dengan GPS dual band dan Glonass drone mini ini mampu terbang akurat dengan vision system hingga ketinggian 30 meter.  .

Selain gerakan tangan, DJI Spark bisa dikontrol juga dengan aplikasi smartphone atau remote control yang dijual terpisah. Pada saat memakai remote control, drone bisa mentransmisi video real time 720p dengan jarak maksimal 2 km. Kecepatan terbangnya pun bisa mencapai 50 km per jam.

Untuk kamera, DJI Spark dilengkapi 2-axis mechanical gimbal dan UltraSmooth Technology untuk mengurangi guncangan dan membuat syuting bisa tetap kelihatan stabil. Kamera yang dipergunakan adalah kamera lensa wide angle ekuivalen 25 mm f/2,6 yang bisa merekam video berukuran 1080p dan foto 12 MP. Kamera di Spark juga bisa disetel untuk beberapa model, yaitu panorama atau fokus dengan kedalaman.

Walau mini dan menjalankan berbagai kegiatan, DJI Spark mampu terbang maksimal 16 menit. Tak perlu khawatir drone menabrak pohon di tengah jalan, karena Spark juga dilengkapi dengan FlightAutonomy yang bisa mendeteksi halangan 5 meter di depannya.  Selain itu, sama seperti versi DJI sebelumnya Spark juga punya fasilitas return to home, drone akan bisa kembali ke titik awal dan mendarat dengan aman.

Terakhir, Spark juga mempunyai sistem Geo DJI atau geofencing NFZ untuk memberitahukan pengguna area tempat mereka menerbangkan drone dibatasi oleh peraturan atau ada masalah keamanan. Ini untuk membuat para penerbang bisa menerbangkan dronenya dengan bertanggungjawab.

Kevin mengingatkan juga para pengguna Spark untuk bisa bijaksana menerbangkan drone. “Walau bentuknya seperti mainan, tapi ini bukan mainan. Ini pesawat yang mempunyai kemampuan besar,” jelas Kevin. Ia mengimbau anak-anak tidak dibiarkan menerbangkan pesawat ini sendirian tanpa didampingi orang dewasa. “Sebaiknya Anda juga mempelajari peraturan menerbangkan drone sebelum menerbangkannya, karena setiap negara punya kebijakan sendiri,” tambahnya.


Reporter Djumyati Partawidjaja
Editor Djumyati Partawidjaja

BISNIS DRONE

Feedback   ↑ x