kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Kementerian ESDM Pangkas RKAB Nikel 2026, Segini Jumlahnya


Rabu, 11 Februari 2026 / 17:12 WIB
Kementerian ESDM Pangkas RKAB Nikel 2026, Segini Jumlahnya
ILUSTRASI. Kementerian ESDM pangkas RKAB nikel 2026 jadi 260-270 juta ton. Ini jauh lebih rendah dari 2025. Apa dampaknya ke harga nikel global? (ANTARA FOTO/Andry Denisah)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan telah menetapkan angka Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel periode 2026 pada rentang 260 juta sampai maksimal 270 juta ton.

"Nikel sudah kita umumkan hari ini, (target produksinya) 260–270 juta ton, in between range-nya itu,” kata Dirjen Mineral dan Batu Bara ESDM, Tri Winarno, saat ditemui di Gedung Ditjen Minerba, Jakarta, Selasa (10/02/2026).

Jika dibandingkan, angka ini jauh lebih kecil dibandingkan RKAB nikel 2025 yang sebesar 379 juta ton.

Asal tahu saja, angka ini tidak berbeda jauh dengan rekomendasi RKAB dari Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) yang sebesar 250 juta ton.

Baca Juga: Lonjakan Impor Nikel Filipina, Hilirisasi RI Terancam Jika Produksi Dipangkas

Sebelumnya, dalam catatan Kontan, Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey, menyebut pemangkasan ini diperlukan untuk mengontrol harga nikel global.

"Iya, ini rencana. Dalam tahun depan (2026) produksi 250 (metrik ton), pemerintah gitu (rencana). Kalau dibandingkan produksi 379 (metrik) tahun ini," kata Meidy saat ditemui di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Menurutnya, dengan pemotongan RKAB, artinya akan ada pengendalian produksi yang diharapkan akan mendorong harga nikel di atas rata-rata sekarang.

Di sisi lain, Dewan Penasihat Pertambangan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Djoko Widajatno, menyebut pemangkasan ini akan berpengaruh pada kinerja smelter nikel ke depannya yang berakibat pada peningkatan impor.

Baca Juga: Impor Nikel Filipina Naik Tajam, Pembatasan Produksi Picu Risiko Pasokan

"Karena kekurangan umpan, smelter terpaksa mengimpor bijih nikel dari Filipina,” ujar Djoko kepada Kontan, Minggu (8/2/2026).

Menurutnya, rencana pembatasan RKAB ke depan juga berpotensi menimbulkan dampak sistemik, mulai dari tekanan pada keberlanjutan operasional smelter hingga dampak ekonomi bagi tenaga kerja dan masyarakat di sekitar tambang.

Di sisi lain, opsi impor juga memiliki keterbatasan karena pasokan global terbatas dan harga bijih dari negara lain seperti Kaledonia Baru, Rusia, Australia, atau Kanada yang relatif lebih mahal.

Selanjutnya: Indonesian State-Owned Fund Ready to Increase Investment after Stock Market Plunge

Menarik Dibaca: 6 Jenis Buah yang Bantu Bikin Panjang Umur jika Dikonsumsi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×