INDUSTRI
Berita
DPR Setujui Anggaran Revitalisasi Pabrik Gula Rp 105 Miliar

REVITALISASI PABRIK GULA

DPR Setujui Anggaran Revitalisasi Pabrik Gula Rp 105 Miliar


Telah dibaca sebanyak 1343 kali
DPR Setujui Anggaran Revitalisasi Pabrik Gula Rp 105 Miliar

JAKARTA. Untuk mendukung program revitalisasi pabrik gula, Kementerian Perindustrian mengusulkan anggaran sebesar Rp 265 miliar dalam rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara perubahan (APBN P 2010). Hanya saja, dari total anggaran itu, hanya sebesar Rp 105 miliar yang disetujui oleh DPR. Nilai ini hanya sekitar 39,62% dari total anggaran yang diajukan.

Menurut Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, usulan anggaran yang disetujui sebesar Rp 105 miliar ini akan digunakan untuk bagi perbaikan fasilitas mesin peralatan produksi PT Barata Indonesia dan PT Boma Bisma Indra (PT BBI).

"Ini akan menjadi stimulus untuk program riil revitalisasi indsutri gula. dan itu telah kita sepakati tadi bersama DPR," kata Alex seusai rapat kerja dengan komisi VI DPR RI, Rabu (19/5).

Seperti diketahui, pemerintah manargetkan swasembada gula pada tahun 2014 nanti dengan target produksi gula nasional sebesar 5,7 juta ton. Untuk mewujudkannya, maka pemerintah melakukan program restrukturisasi pabrik gula dan membangun pabrik gula baru. Setidaknya dibutuhkan sekitar 15 pabrik gula baru. Total kebutuhan lahan untuk pabrik gula ini sekitar 300.000 hektar - 500.000 hektar.

Telah dibaca sebanyak 1343 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..