| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 0,00%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Ekonomi lesu, penjualan alat berat JIMAC stagnan

Rabu, 24 Juni 2015 / 11:20 WIB

Ekonomi lesu, penjualan alat berat JIMAC stagnan

JAKARTA. Tahun ini memang tahun berat bagi dunia bisnis, terutama pebisnis alat berat. Toh, PT Jakarta International Machinery Centre (JIMAC Group) optimistis bisnis bisa bangkit semester II. Distributor tunggal alat berat merek SANY itu berharap proyek pemerintah bisa mengangkat kembali penjualan alat berat.

JIMAC memprediksikan pertumbuhan penjualan alat berat di semester II lebih baik ketimbang semester I. Benny Kurniajaya, Chief Executive Officer  PT Jakarta International Machinery Centre  mengatakan, katalis positif di paruh kedua nanti adalah banyak anggaran pemerintah yang cair. Alhasil, beberapa proyek pemerintah yang belum terealisasi di semester I-2015, dia perkirakan mulai berjalan di semester II-2015.

JIMAC berharap geliat pasar alat berat di semester II nanti bisa menopang target kinerja tahun ini. Hingga akhir 2015, perusahaan tersebut menargetkan pendapatan sama seperti realisasi pendapatan tahun 2014 yakni sebesar US$ 70 juta. "Ini semua karena ekonomi dalam negeri, bertumbuh seperti tahun lalu saja kami sudah bersyukur," ujar Benny kepada KONTAN, Selasa (23/6).

Dari Januari hingga Juni 2015, mereka meyakini bisa menjual 200 unit alat berat dengan nilai penjualan US$ 30 juta. Itu berarti di semester II, JIMAC paling tidak harus mengejar pendapatan US$ 40 juta agar kinerjanya sama dengan tahun 2014.

Sembari tetap memupuk asa memenuhi target kinerja, JIMAC memastikan akan merealisakan rencana pembangunan pabrik. Bersama dengnan SANY Heavy Industries, JIMAC akan meningkatkan kerjasama dari semula distributor dan produsen, menjadi mitra bisnis dalam membikin pabrik alat berat.

JIMAC berniat mendirikan pabrik alat berat merek SANNY yang sudah digulirkan sejak tahun 2014. Namun dengan alasan proses yang cukup panjang, manajemen JIMAC mengaku terpaksa menunda pelaksanaan pembangunan proyek itu pada tahun ini.

Nilai investasi pabrik itu  sekitar US$ 200 juta. Lokasinya di atas lahan 15 hektare (ha) di Batam, Kepulauan Riau. "Kami sudah mulai mempersiapkan lahannya, sekarang sudah tahap meratakan tanah," tutur Benny.

Sayang, JIMAC belum membeberkan waktu memulai pembangunan proyek tersebut. Pabrik itu akan memproduksi ekskavator, tandem road rollers dan road machinery. Kapasitas produksinya  mencapai sebanyak 2.000 unit alat berat per tahun.

JIMAC menghitung, keberadaan pabrik tersebut bisa meningkatkan pendapatan hingga tiga kali lipat lebih besar dibandingkan sekarang. Pasalnya, pabrik di Batam akan dijadikan sebagai pusat produksi dan distribusi untuk pasar alat berat mereka di Asia Pasifik. Dengan kata lain, JIMAC berpeluang menjual alat berat tak hanya di dalam negeri melainkan juga ke pasar mancanegara.

Impian JIMAC pasca pabrik berdiri, penjualan lokal berkontribusi 70% dan penjualan ekspor berkontribusi 30%. "Semua akan terpusat di sana, termasuk logistiknya, jadi kami tidak perlu menyewa tempat lagi," jelas Benny.

 


Reporter: David Oliver Purba
Editor: Sanny Cicilia

PENJUALAN ALAT BERAT

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0650 || diagnostic_web = 0.2891

Close [X]
×