kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

GAEKI: 50% kebun kopi harus diremajakan


Selasa, 01 Agustus 2017 / 19:23 WIB
GAEKI: 50% kebun kopi harus diremajakan


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) menyatakan, rencana pemerintah untuk meningkatkan produksi kopi Indonesia hingga 1 juta ton per tahun baru akan terwujud bila pemerintah melakukan program yang komprehensif.

Hutama Sugandhi, Ketua Umum GAEKI menjelaskan, program komprehensif yang dimaksud, yaitu diperlukan tenaga penyuluhan yang benar dan jelas, memberikan dukungan bibit yang unggul kepada petani, memberikan subsidi pupuk, hingga melakukan intensifikasi dan replanting (peremajaan) pohon-pohon kopi.

Menurutnya, terdapat lebih 50% dari seluruh kebun kopi di Indonesia harus diremajakan lantaran pohon-pohon kopi sudah semakin tua, dan tidak dirawat dengan baik.

“Menurut saya, dari 1,2 juta hektare kebun kopi yang tersebar, lebih dari 50% harus direplanting. Artinya lebih dari 600.000 hektare harus diremajakan,” jelas Hutama.

Melihat rendahnya produktivitas kopi di Indonesia, Hutama bilang, semua stakeholder yang bersangkutan harus saling bekerja sama. "Apabila semua pihak saling bekerja sama, bukan tidak mungkin produktivitas kopi dapat ditingkatkan," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×