: WIB    --   
indikator  I  

Gaet investor Singapura, Tempo garap digital

Gaet investor Singapura, Tempo garap digital

JAKARTA. PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) mulai memacu bisnis media digital tahun ini. Langkah ini mengantisipasi pelambatan bisnis media cetak.

Sebagai langkah antisipasi, perusahaan media ini mulai melimpahkan lini bisnis digital ke anak usaha bidang digital, yakni PT Info Media Digital. Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, akhir Januari lalu, Tempo Inti Media menjual sekitar 18 domain situs ke Info Media Digital dengan nilai Rp 100 juta.

Menurut Tommy Aryanto, Head of Business Development PT Tempo Inti Media Tbk, langkah ini sebagai awal mengoptimalkan bisnis selain media cetak. Maklum, akhir tahun lalu, Tempo sudah meneken kesepakatan dengan salah satu perusahaan media digital asal Singapura. "Jumlah investasinya cukup besar," ucap Tommy, kepada KONTAN, Kamis (9/3).

Sayang, Tommy masih belum bersedia membeberkan jumlah investasi yang bakal mengucur ke Tempo, termasuk identitas perusahaan tersebut. Namun, kabar yang beredar nilainya kurang lebih Rp 50 miliar.

Investor asal Singapura tersebut rencananya akan mengeksekusi secara bertahap dalam tempo satu sampai dua tahun dari sekarang. Supaya ada kemajuan, Tempo mengevaluasi perkembangan investasi itu secara kuartalan.

Soal bentuk media digital yang bakal digarap dari kerjasama tersebut, ia bilang, tahap awal, masih berupa news atau berita seperti yang ada di tempo.co. Tapi dalam perkembangannya, ada kemungkinan anak perusahaan tersebut (Info Media Digital), menggarap bisnis daring alias e-commerce yang lagi naik daun.

Menurut Tommy, ekspansi ini tidak terlepas dari lonjakan pertumbuhan bisnis digital perusahaan ini. Meski tahun lalu kontribusi bisnis digital Tempo Inti Media baru 5% dari total pendapatan, tapi pertumbuhannya mencapai 70% dibandingkan 2015.

Sayang, ia tidak merinci soal target bisnis digital tahun ini. Yang jelas kontribusi bisnis ini bakal terus menanjak ke depan. "Masa depan ada di sana (digital)," tukasnya.

Selain bisnis digital, sejatinya Tempo Inti Media juga melanjutkan ekspansi di bisnis yang sudah berjalan. Salah satunya adalah percetakan.

Perusahaan ini akan membeli satu mesin cetak anyar dari Jepang yang targetnya sudah bisa terpasang antara April atau Mei mendatang. Lagi-lagi Tommy tidak bersedia menyebut nilai investasi pembelian mesin cetak tersebut.

Perusahaan ini juga mulai mengoptimalkan bisnis kertas impor. Apalagi Tempo mendapatkan order pesanan kertas impor dari salah satu perusahaan cetak Bali di bulan November nanti.

Lewat serangkaian ekspansi bisnis tersebut, Tempo Inti Media optimistis pertumbuhan bisnis tahun ini bisa tumbuh dobel digit.

Merujuk laporan keuangan kuartal III, pendapatan Tempo Inti Media turun tipis 0,9% dari Rp 172,2 miliar menjadi Rp 170,6 miliar. Kontribusi terbesar 51% berasal dari bisnis dan iklan Majalah Tempo. Di periode sama, bisnis dan iklan koran turun 3,6%.


Reporter Agung Hidayat

BISNIS MEDIA

Feedback   ↑ x
Close [X]