kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Hingga Februari, ekspor kopi capai 22.000 ton


Selasa, 13 Maret 2018 / 14:41 WIB
ILUSTRASI. MENJEMUR BIJI KOPI KUALITAS EKSPOR


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini ekspor kopi diprediksi meningkat seiring dengan produksi yang semakin membaik. Namun, hingga Februari 2018 ekspor kopi baru sekitar 20.000 ton-22.000 ton.

"Ekspor kopi sampai saat ini masih lambat karena panen belum dimulai," ujar Moelyono Soesilo, Ketua Departemen Specialty & Industri BPP Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) kepada Kontan.co.id, Selasa (13/3).

Moelyono memperkirakan ekspor kopi akan meningkat setelah lebaran atau sekitar Juli. Dia bilang, saat ini panen kopi tengah berlansung. Namun, puncak panen akan berlansung pada Juli-September.

Sampai saat ini, pasar ekspor Indonesia masih didominasi oleh Jepang, Jeman, Amerika Serikat, Italia, Malaysia, dan beberapa negara lain. 

Moelyono mengatakan, negara-negara tersebut adalah negara yang biasa membeli kopi Indonesia.

Sepanjang tahun ini, ekspor kopi diperkirakan akan mencapai 420.000 ton-450.000 ton. Angka ini naik sekitar 15%-18% dibanding tahun lalu.

Sementara itu, produksi kopi diperkirakan terus membaik. Tahun ini produksi kopi diperkirakan meningkat sekitar 10%-15% menjadi 690.000 ton-720.000 ton. Perbaikan produksi ini diakibatkan cuaca yang mendukung waktu pembungaan dan musim hujan yang tidak ekstrim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×