| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.414
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Impor gandum tahun ini diperkirakan naik 6%

Kamis, 07 Juni 2018 / 16:39 WIB

Impor gandum tahun ini diperkirakan naik 6%
ILUSTRASI. ilustrasi impor Gandum

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Produsen Tepung Terigu (Aptindo) memperkirakan, impor gandum tahun ini akan meningkat sebesar 5% - 6% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 8,5 juta ton. Bila dihitung, impor gandum tahun ini bisa berkisar 9 juta ton.

Ketua Umum Aptindo Franciscus Welirang mengatakan, tren pertumbuhan impor gandum memang berkisar 5% setiap tahunnya. “Pertumbuhan impor ini terlihat sama seperti pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP). Bahkan kadang melebihi pertumbuhan GDP,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (7/6).

Menurut Franciscus, impor gandum di Indonesia tak hanya ditujukan untuk tepung terigu namun juga untuk pakan ternak. Tahun lalu, impor gandum mencapai 11,3 juta ton, dimana 8,5 juta ton untuk tepung terigu dan sisanya untuk pakan ternak.

Franciscus mengaku, impor gandumg untuk tepung terigu tersebut juga sudah termasuk buffer stock yang disiapkan. Menurut Franciscus, buffer stock gandumg yang disiapkan sejak tahun lalu cukup besar.

Tahun ini, produksi tepung terigu juga diperkirdakan meningkat 5%-6%. Produksi tahun ini meningkat menjadi 8,5 juta ton hingga 8,75 juta ton. “Produksi tepung terigu sama dengan permintaan,” tambh Franciscus.

Franciscus membeberkan, permintaan tepung terigu menjelang lebaran di tahun ini tetap meningkat walaupun terdapat libur yang panjang. Dia bilang, konsumen biasanya membeli tepung terigu untuk disimpan sewaktu liburan.

Peningkatan permintaan tepung terigu di bulan lebaran tahun ini diperkirakan sebesar 10%. Namun, menurut Franciscus, peningkatan tersebut tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana peningkatannya bisa mencapai 15%-20%. “Ini dikarenakan keberadaan tepung terigu di pasar tersebut merata dan cukup stabil,” ujar Franciscus.

Lebih lanjut Franciscus menerangkan, akibat penguatan nilai dollar, harga gandum internasional pun turut meningkat. Ini mempengaruhi harga tepung terigu yang juga meningkat. Franciscus bilang, harga tepung terigu sudh meningkat sekitar 3% sejak dua hingga tiga minggu yang lalu.

“Walaupun harga naik, ini bukan sesuatu hal yang tiba-tiba. Naiknya peln-pelan. Pengaruhnya juga tidak extraordinary. Yang paling penting, pedagang tidak berspekulasi lantaran nilai dollar yang memang meningkat,” tandas Franciscus.

Aptindo Perkirakan Impor Gandum 2018 Meningkat 5%-6%


Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Sanny Cicilia

TEPUNG TERIGU

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0016 || diagnostic_api_kanan = 0.0460 || diagnostic_web = 0.2426

Close [X]
×