Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Sandy Baskoro
JAKARTA. Industri perhotelan di tanah air terus bertumbuh. Pada kuartal pertama tahun ini, jumlah kamar hotel baru diperkirakan meningkat 15% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.
Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Yanti Sukamdani, menyatakan pertumbuhan kamar hotel di kuartal pertama tahun ini tetap stabil di level 15%. "Tahun lalu juga di angka itu. Perbedaannya, tahun ini pertumbuhan hotel bertarif murah alias budget hotel akan lebih pesat," ujar Yanti, Senin (1/4).
Jumlah kamar budget hotel diperkirakan mencapai 30% dari total keseluruhan kamar hotel di Indonesia pada akhir 2013 yang diperkirakan mencapai 300.000 kamar. Hingga akhir 2012, jumlah hotel di Indonesia sebanyak 15.300 unit dengan total kamar mencapai 240.000 unit.
Yanti bilang, pada kuartal I-2012, terdapat 15.000 unit kamar baru yang beroperasi. "Jadi kuartal I tahun ini, akan ada penambahan 17.250 unit kamar baru," kata dia. Tiga lokasi yang mencatatkan pertumbuhan hotel paling cepat di kuartal I-2013 adalah Jakarta, Bandung, dan Bali.
Para pengembang perhotelan memang terus berekspansi untuk menyiasati pertumbuhan permintaan. PT Intiwhiz International, anak usaha PT Intiland Development Tbk, misalnya, berniat membangun 60 hotel Whiz hingga lima tahun ke depan. Jaringan hotel Whiz yang baru antara lain berlokasi di Legian, Nusa Dua, Cikini, Kelapa Gading, Bogor, Manado, Samarinda, dan Makassar.
Sekretaris Perusahaan Intiland, Theresia Rustandi mengungkapkan, di awal tahun ini, sudah ada empat hotel baru yang beroperasi. "Hingga akhir 2013, akan ada sembilan hotel baru dengan perkiraan pasokan 1.200 unit kamar baru," ungkap dia.
Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, menilai persaingan ketat di bisnis perhotelan tahun ini mendorong pengembang mengalihkan fokus pada budget hotel yang memerlukan investasi lebih murah.
Ali juga memprediksi, tingkat okupansi hotel tahun ini secara umum akan menurun. "Memang tetap ada peningkatan di wilayah seperti Jakarta dan Bandung, namun rata-rata wilayah lain akan turun," kata dia. Di akhir 2013, Ali memprediksi okupansi hotel hanya 75%, menyusut dibandingkan tahun lalu sekitar 86%.
Angka itu melorot karena persaingan menarik orang menginap memasuki puncaknya tahun ini. Apalagi, di Sumatra dan Kalimantan, ada kelebihan pasokan. Uniknya, PHRI memperkirakan, okupansi hotel tahun ini naik dari 71,3% jadi 78%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













