kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.666
  • SUN103,52 -0,01%
  • EMAS597.932 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Ini harga terbaru 40 merek rokok pasca cukai naik

Rabu, 10 Januari 2018 / 15:45 WIB

Ini harga terbaru 40 merek rokok pasca cukai naik

Transmisi mobil Datsun Cross

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah secara resmi telah mengumumkan kebijakan cukai terbaru 2018. Salah satu kebijakan tersebut adalah mengenai kenaikan tarif cukai hasil tembakau dengan rata-rata sebesar 10,04 %.

Dilansir dari website Kemenkeu, kebijakan didasarkan pada aspek-aspek seperti kondisi industri dan tenaga kerja, optimalisasi penerimaan perpajakan dari sektor cukai, serta peredaran rokok ilegal.

Kenaikan cukai hasil tembakau ini mulai berlaku pada tanggal 01 Januari 2018.

Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor PMK-146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, persentase kenaikan tertimbang tarif cukai tahun 2018.

Untuk jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 10,9%, dan Sigaret Putih Mesin (SPM) sebesar 13,5% karena merupakan pabrikan besar dan merupakan industri padat modal.

Sedangkan kenaikan tarif untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang merupakan industri padat karya ditetapkan hanya sebesar 7,3%, bahkan untuk SKT golongan IIIA tidak ada kenaikan tarif.

Hal ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah untuk mengendalikan konsumsi rokok demi menyehatkan masyarakat.

Berdasarkan 4 Aspek

Jokowi mengatakan kenaikan cukai rokok ini diambil atas berbagai pertimbangan yang matang.

"Iya di situ kan ada banyak pertimbangan, ada petani tembakau, pekerja di pabrik rokok, ada sisi kesehatan, rokok ilegal. Itu hitung-hitungannya ketemu tadi," kata Jokowi dikutip Kompas.com, Selasa (9/1).

Sedangkan menurut Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan kenaikan cukai rokok tersebut berdasarkan empat aspek.

Aspek pertama: Dengan adanya kenaikan cukai rokok ini, berarti telah memperhatikan pandangan masyarakat.

Pandangan tersebut terutama bersumber dari aspek kesehatan. Menurutnya, konsumsi rokok harus segera dikendalikan.

Aspek kedua: Kenaikan cukai rokok ini bisa mencegah makin banyaknya rokok ilegal.

Aspek ketiga: Kenaikan ini juga memperhatikan dampaknya terhadap kesempatan kerja. Dengan kata lain, pemerintah masih memperhatikan petani dan buruh rokok.

Aspek keempat: Terkait peningkatan penerimaan negara. "Akan dikeluarkan PMK (peraturan menteri keuangan) segera," ucap Sri Mulyani.


Sumber : TribunNews.com
Editor: Yudho Winarto

INDUSTRI ROKOK

Berita terbaru Industri

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
21 March 2018 - 22 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]