: WIB    —   
indikator  I  

Megapolitan tancapkan proyek superblok

Megapolitan tancapkan proyek superblok

JAKARTA. PT Megapolitan Developments Tbk ingin dua sumber pendapatannya tumbuh 10%-20% pada tahun ini. Sumber pendapatan mereka adalah recurring income berupa pendapatan sewa dan marketing sales berupa penjualan proyek.

Untuk itu, Megapolitan Developments melanjutkan pembangunan dua proyek kawasan superblok terpadu. Keduanya adalah Vivo Sentul di Sentul, Bogor dan Centro Cinere di Depok.

Proyek terbaru di Vivo Sentul adalah Galleria @Kiosk Mall yang bakal berisi 792 unit. Megapolitan Developments membikin Galleria @Kiosk Mall di atas area seluas 3 hektare (ha) bersama dengan proyek lain, yakni Vivo Walk dan Vivo Mall.

Sementara di Centro Cinere, Megapolitan Developments akan mengembangkan Terrace Walk. Proyek komersial berkonsep outdoor dining itu, kelak berada di lantai dasar apartemen The Cloud.

Menurut cetak biru Megapolitan Developments, nanti The Cloud terdiri dari dua menara, yaitu Cloud Tower dan Sky Tower. Proyek apartemen di atas lahan 2 ha itu berisi 836 unit.

Tak cuma tahun ini, Megapolitan Developments berharap pengembangan aneka proyek menopang kinerja hingga tahun depan. "Dengan berdirinya area komersial Terrace Walk, Vivo Walk dan Vivo Mall, diharapkan recurring income akan terus meningkat di tahun 2018," ujar Fanny Setiati Sutanto, Direktur Keuangan PT Megapolitan Developments Tbk kepada KONTAN, Selasa (18/4).

Selain proyek baru, Megapolitan Developments mengulik pendapatan dari proyek eksisting. Sebut saja dua pusat perbelanjaan di Cinere, yaitu Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall yang berpotensi mendatangkan recurring income. atau pendapatan berulang, Megapolitan Developments juga mempunyai sumber marketing sales alias pendapatan pra penjualan eksisting. Mereka akan melanjutkan penjualan hunian Cinere Parkview.
 
Tunggu proyek LRT

Saat ini, total cadangan lahan alias landbank Megapolitan Developments seluas sekitar 350 ha. Ratusan hektare lahan itu tersebar di Bogor, Depok dan Tangerang.

Koleksi landbank terluas berada di Bogor mencapai 250 ha. Megapolitan Developments rupanya ingin merajut mimpi membangun kota satelit yang memadukan proyek komersial dan residensial di kota itu.

Megapolitan Developments mengaku, proyek terpadu menjadi strategi pengemban perusahaan ini. Perusahaan berkode saham EMDE di Bursa Efek Indonesia itu beralasan, konsep tersebut sejalan dengan kebutuhan pasar properti yang semakin kritis.

Meskipun mimpi membangun kota satelit di Bogor sudah ada dalam benak, Megapolitan Developments masih menahan diri. Alih-alih mengembangkan banyak proyek di Kota Hujan, perusahaan tersebut memilih fokus menyelesaikan proyek-proyek di dalam Vivo Sentul.

Pertimbangan Megapolitan Developments adalah menanti realisasi pengembangan proyek light rail transit (LRT) Bogor-Cibubur. "Tapi sekarang masih kami plotting di tahun 2019," ungkap Ronald Trisna Wihardja, Direktur PT Megapolitan Developments Tbk kepada KONTAN, Rabu (19/4).

Asal tahu, selain Galleria @Kiosk Mall, Vivo Walk dan Vivo Mall yang telah diulas tadi, Megapolitan Developments membangun Bizpark@Vivo Sentul di dalam Vivo Sentul. Mereka mengalokasikan dana hingga Rp 700 miliar untuk Vivo Sentul.

Selain proyek komersial, ada pula pula proyek residensial bernama Tatya Asri. Lantas, satu proyek hunian lagi belum diberi nama.


Reporter Tantyo Prasetya
Editor Rizki Caturini

INDUSTRI PROPERTI

Feedback   ↑ x
Close [X]