: WIB    —   
indikator  I  

Nusa Konstruksi garap konstruksi tambang emas

Nusa Konstruksi garap konstruksi tambang emas

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk mendapatkan kontrak baru berupa konstruksi tambang emas dan tembaga di Tujuh Bukit atau Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur. Emiten berkode DGIK di Bursa Efek Indonesia ini mendapatkan kontrak tersebut bersama dengan mitra bisnis joint venture, yaitu Macmahon Holding Limited, perusahaan asal Australia.

Macmahon bukan mitra baru DGIK. Sebelumnya, kedua perusahaan sudah mengerjakan konstruksi tambang emas di Martabe, Sumatra Utara. Dari proyek Tujuh Bukit dan Martabe, DGIK mengantongi kontrak dengan nilai US$ 190 juta.

Masuknya DGIK dalam proyek konstruksi tambang tentu akan melengkapi portofolio bisnis. "Dengan kemampuan yang terus meningkat, kami optimistis dapat menjangkau pasar-pasar baru di sektor konstruksi nasional," kata Djohan Halim, Sekretaris Perusahaan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk, dalam keterangan resmi, Senin (13/11).

Sementara skema kerjasama berupa joint venture maupun joint operation adalah salah satu strategi DGIK mengembangkan nilai bisnis. Mitra bisnis DGIK selain Macmahon, misalnya TOA Corporation. Keduanya membentuk joint operation untuk konstruksi proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang berkapasitas 2 x 1000 megawatt (MW). Sampai akhir Oktober 2017, konstruksi proyek setrum itu telah mencapai 30%.

DGIK juga tercatat menjalin kerjasama dengan Hyundai Engineering & Construction Co dalam proyek apartemen, hotel dan perkantoran. Proses pembangunan saat ini berupa GCNM Apartment dan The Element di Jakarta.

 


Reporter Dina Mirayanti Hutauruk
Editor Sanny Cicilia

INDUSTRI KONSTRUKSI

Feedback   ↑ x
Close [X]