kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Pangkas rute merugikan, kerugian Garuda Indonesia mengecil


Senin, 30 Juli 2018 / 20:49 WIB
Pangkas rute merugikan, kerugian Garuda Indonesia mengecil
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia di BIJB Kertajati


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada semester pertama tahun ini mampu mengurangi kerugian hingga 59,8%. Pada semester I 2017 lalu, kerugian yang didera maskapai penerbangan milik pemerintah ini mencapai US$ 283,8 juta. Nah, di paruh pertama tahun ini kerugian menyusut menjadi US$ 114 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury menjelaskan, penurunan kerugian karena GIAA mampu meningkatkan pendapatan dan di waktu yang sama juga melakukan efisiensi pengeluaran. Tercatat pendapatan Garuda Indonesia naik 5,9% dari US$ 1,88 miliar di semester I 2017 menjadi US$ 1,99 di semester I 2018.

Sementara pengeluaran Garuda Indonesia hanya naik tipis 0,3% menjadi US$ 2,1 miliar. “Di saat yang sama pengeluaran untuk avtur naik hingga 12% secara year on year,” kata Pahala, Senin (30/7).

Sekedar catatan, di semester I 2018 ini beban avtur memakan sebanyak 30% dari total beban atau sebesar US$ 639,7 juta. Di tahun lalu, beban avtur itu hanya sebesar 27% dari total pengeluaran perusahaan atau sebesar US$ 571,1 juta.

Salah satu bentuk efisiensi yang dilakukan Garuda Indonesia tahun ini adalah dengan mengurangi rute-rute yang berdampak negatif pada keuangan perusahaan. Pahala mengatakan dari 22 rute yang berkontribusi negatif pada perusahaan di semester I 2017, kini hanya menjadi 11 rute saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×